Berita

Tidak Higienis! Diduga Telur Lalat Ditemukan di Menu MBG, Kepala SPPG dan Kades Sebagai Mitra Dikecam

917
×

Tidak Higienis! Diduga Telur Lalat Ditemukan di Menu MBG, Kepala SPPG dan Kades Sebagai Mitra Dikecam

Sebarkan artikel ini
Terlihat dugaan telur ulat menempel di salah satu menu makanan Program MBG yang diduga terkontaminasi. Foto/di.

PAMEKASAN | KLIKTIMES.ID – Video yang memperlihatkan dugaan adanya telur lalat dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial. Temuan ini memicu kekhawatiran publik terkait kualitas dan higienitas makanan yang diberikan kepada anak-anak penerima manfaat.

Dalam video tersebut, tampak salah satu menu makanan dalam kemasan MBG diduga terkontaminasi. Warga menyebut temuan itu menyerupai telur lalat atau ulat. Kondisi ini langsung menuai reaksi dari masyarakat dan orang tua, yang menilai makanan tersebut tidak layak konsumsi serta berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak.

Hasil penelusuran Kliktimes menunjukkan, menu MBG yang diduga tercemar itu berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Yayasan Al-Bukhori Murtajih, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Dapur tersebut dijalankan melalui skema kemitraan dengan pihak desa, di mana Kepala Desa Murtajih disebut terlibat sebagai mitra dalam pelaksanaan program.

Keterlibatan unsur kemitraan ini menjadi sorotan publik. Sejumlah pihak mempertanyakan pengawasan dan standar kebersihan dapur MBG. Pasalnya, kolaborasi antar pihak seharusnya memperkuat kontrol kualitas, bukan justru membuka celah kelalaian dalam proses pengolahan hingga distribusi makanan.

Aktivis Pamekasan, Faynani, menilai kasus ini tidak bisa dianggap sepele dan harus segera ditindaklanjuti.

“Ini soal kesehatan anak-anak. Tidak boleh ada kelalaian sedikit pun,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Ia mendesak Satgas MBG Pamekasan segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap dapur penyedia makanan. Menurutnya, pengawasan harus dilakukan dari hulu ke hilir.

“Satgas wajib meninjau prosedur dapur dan memastikan semua standar higienitas dipenuhi,” katanya.

Faynani juga meminta distribusi menu yang diduga terkontaminasi dihentikan sementara hingga proses pemeriksaan selesai.

“Anak-anak penerima manfaat tidak boleh menjadi korban kelalaian pengelola. Penangguhan sementara ini penting untuk menjaga keamanan makanan,” tegasnya.

Ia menambahkan, lambannya penanganan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap program MBG.

“Transparansi dan respons cepat dari pengelola serta Satgas MBG adalah kunci agar program ini tetap menjadi simbol kepedulian, bukan sumber risiko bagi anak-anak,” tutupnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pewarta masih berupaya mengonfirmasi pihak kepala SPPG terkait dugaan kontaminasi tersebut. Namun, akses yang terbatas membuat klarifikasi resmi dari pihak pengelola belum diperoleh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *