BeritaEkonomiNasional

Menkeu Purbaya Siapkan Teknologi Canggih Bongkar Mafia Pita Cukai, Beranikah Lacak Madura Sebagai Sasaran?

555
×

Menkeu Purbaya Siapkan Teknologi Canggih Bongkar Mafia Pita Cukai, Beranikah Lacak Madura Sebagai Sasaran?

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto/Kliktimes.

JAKARTA | KLIKTIMES.ID – Dugaan praktik mafia pita cukai kembali mencuat dan menjadi perhatian serius pemerintah. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana penerapan teknologi canggih untuk memperketat pengawasan produksi dan distribusi pita cukai, sekaligus menutup celah praktik jual-beli pita cukai yang selama ini sulit terdeteksi.

Menurut Purbaya, manipulasi pita cukai jauh lebih kompleks dibanding peredaran rokok ilegal biasa. Praktik ini melibatkan banyak lapisan, sehingga pengawasan konvensional kerap tertinggal selangkah dari pelaku.

“Permainan pita cukai itu rumit. Bukan cuma soal rokok ilegal, tapi ada banyak skema yang tidak mudah dilihat dengan cara lama,” ujar Purbaya, dikutip Kliktimes dari Liputan6, Sabtu (10/1/2026).

Ia mengakui, pada awalnya sempat berprasangka baik terhadap perilaku pelaku industri rokok. Namun realitas di lapangan berbicara lain.

“Awalnya saya berpikir, ‘ah, orang-orang pasti sudah baik’. Tapi setelah turun langsung, ternyata tidak semuanya begitu. Karena itu, kita hadirkan teknologi ini supaya pengawasan lebih efektif dan hasilnya sesuai harapan,” ungkapnya.

Melalui teknologi baru tersebut, setiap pita cukai akan dibekali kode khusus yang memungkinkan pemerintah melacak asal-usul pita, perusahaan penerbit, hingga kecocokannya dengan produk rokok yang beredar. Dengan sistem ini, praktik jual-beli pita cukai antarperusahaan diyakini akan lebih mudah terendus.

“Kalau ada jual-beli pita cukai antar perusahaan, itu bakal langsung ketahuan. Harapannya, pendapatan negara dari cukai bisa meningkat signifikan,” jelas Purbaya.

Kebijakan ini rencananya akan diterapkan secara bertahap melalui uji coba selama dua hingga tiga tahun. Selain menguji efektivitas sistem, pemerintah juga akan memetakan oknum-oknum yang terlibat dalam manipulasi pita cukai, baik di level industri maupun pengawasan.

“Saya anggap ini eksperimen. Kalau hasilnya tidak signifikan, ya kita hentikan. Tapi kemungkinan besar pendapatan negara akan naik,” pungkasnya.

Madura di Persimpangan Pengawasan

Di tengah rencana besar pengawasan nasional tersebut, Madura kerap disebut sebagai wilayah yang patut mendapat perhatian khusus. Pulau Garam sejak lama dikenal sebagai sentra tembakau dan industri rokok terutama rokok kretek lokal, dengan karakter tembakau yang khas pedas, kuat dan beraroma tajam.

Dari ladang tembakau hingga meja linting, industri ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Ribuan warga menggantungkan hidup sebagai petani tembakau maupun buruh linting rokok, menjadikan sektor ini denyut kehidupan bagi banyak keluarga.

Namun, besarnya kontribusi ekonomi itu juga beriringan dengan sorotan. Dugaan praktik jual-beli pita cukai kerap berembus, menimbulkan kekhawatiran akan potensi kebocoran penerimaan negara sekaligus rusaknya tata kelola industri.

Di antara empat kabupaten di Madura, Sumenep dan Pamekasan mencatat pertumbuhan pabrikan rokok yang cukup pesat. Di satu sisi, hal ini mencerminkan geliat ekonomi yang menjanjikan. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga mengindikasikan kerawanan terhadap praktik mafia pita cukai.

Pabrikan Anyar dan “Pabrikan Hantu”

Seamsal di Kabupaten Sumenep belakangan menjadi sorotan. Di wilayah ini terus bermunculan pabrikan rokok (PR) baru yang bukan semata hadir sebagai motor penggerak ekonomi, melainkan justru disinyalir berubah menjadi “lahan basah” bagi praktik mafia pita cukai.

Pabrikan-pabrikan anyar tersebut diduga dimanfaatkan sebagai pintu masuk untuk memperjualbelikan pita cukai kepada sejumlah pengusaha rokok. Berdasarkan informasi yang dihimpun Kliktimes di lapangan, mafia pita cukai kerap memanfaatkan PR baru sebagai kendaraan bisnis, dengan modus memperjualbelikan pita cukai secara terselubung demi meraup keuntungan pribadi.

Ironisnya, alih-alih memberi kontribusi nyata dalam mengurangi angka pengangguran atau mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, sejumlah PR tersebut justru disinyalir hanya menjadi alat transaksi bagi jaringan mafia pita cukai.

Bahkan, berdasarkan investigasi Jurnalis Kliktimes, Andi Faynani, di Kabupaten Sumenep terdapat seorang pengusaha yang disinyalir memanfaatkan banyak pabrikan tanpa benar-benar melakukan aktivitas produksi rokok.

Warga sekitar menyebutnya sebagai “pabrikan hantu”. Secara fisik, gudang-gudang tersebut nyaris tak menunjukkan aktivitas signifikan. Namun dalam konteks administratif, pabrikan tersebut tercatat aktif menebus pita cukai.

Diduga kuat, keberadaan pabrikan rokok baru tidak lagi semata-mata menghadirkan harapan bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Sebaliknya, kondisi ini justru berpotensi melahirkan persoalan serius yang dapat merugikan keuangan negara sekaligus mencederai tujuan pembangunan ekonomi daerah yang seharusnya berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Ujian Nyata Teknologi Pengawasan

Rencana penerapan teknologi canggih yang disiapkan Menkeu Purbaya menjadi harapan baru dalam upaya membongkar praktik mafia pita cukai yang selama ini bergerak rapi dan nyaris tak tersentuh.

Dengan sistem pelacakan berbasis kode khusus, negara setidaknya memiliki instrumen yang lebih presisi untuk menelusuri alur pita cukai, mengurai skema manipulasi serta memetakan aktor-aktor yang bermain di balik layar.

Namun, efektivitas teknologi tersebut pada akhirnya akan diuji di lapangan, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini disinyalir rawan, seperti Madura.

Jika pengawasan dilakukan secara konsisten, transparan dan tanpa kompromi, teknologi ini berpeluang besar menjadi pintu masuk untuk membongkar permainan pita cukai hingga ke akarnya.

Sebaliknya, tanpa keberanian politik dan penegakan hukum yang tegas, secanggih apa pun teknologi yang digunakan berisiko hanya menjadi etalase kebijakan tanpa mampu menyentuh inti persoalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *