Olahraga

Meneladani Akhlak Rasulullah, Warga Paseyan Gelar Isra’ Mi’raj dan Haul Akbar Sesepuh Desa

52
×

Meneladani Akhlak Rasulullah, Warga Paseyan Gelar Isra’ Mi’raj dan Haul Akbar Sesepuh Desa

Sebarkan artikel ini
KH. Abduh Ali Hasan saat menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya menghormati sesepuh dan menanamkan nilai keislaman dalam masyarakat Desa Paseyan. Foto/Riq.

SAMPANG | KLIKTIMES.ID – Warga Desa Paseyan, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan haul akbar sesepuh desa di Masjid Al-Falah, Rabu (7/1/2026).

Acara keagamaan ini berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan jamaah dari berbagai kalangan, mulai tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar masjid. Sejak sore hari, jamaah tampak memadati area masjid untuk mengikuti rangkaian acara.

Panitia menghadirkan dua penceramah kondang, yakni KH. Utsman Yunus dan KH. Abduh Ali Hasan, yang menyampaikan tausiyah dengan pesan penting: meneladani akhlak Rasulullah SAW dan menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Panitia pelaksana menyampaikan, kegiatan ini rutin digelar setiap tahun sebagai bagian dari tradisi keagamaan masyarakat Desa Paseyan. Selain sebagai sarana dakwah, acara ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga.

“Acara ini kami adakan setiap tahun untuk memperkuat tradisi keagamaan di Desa Paseyan. Selain sebagai sarana dakwah, kegiatan ini juga menjadi momen bagi warga untuk saling bertemu, mempererat silaturahmi, serta memperkuat rasa kebersamaan dan kekeluargaan di tengah masyarakat,” ujar Ketua Panitia Pelaksana.

Dalam tausiyahnya, KH. Utsman Yunus mengajak jamaah untuk menjadikan Isra’ Mi’raj sebagai momentum memperbaiki kualitas ibadah, khususnya shalat lima waktu. Ia menekankan bahwa shalat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi pondasi utama membentuk pribadi berakhlakul karimah dan masyarakat yang harmonis.

“Isra’ Mi’raj adalah pengingat bagi kita semua bahwa shalat lima waktu adalah tiang agama. Dengan memperbaiki shalat, kita bukan hanya membangun hubungan yang kuat dengan Allah, tapi juga menanamkan akhlak mulia dalam setiap perilaku sehari-hari,” kata KH. Utsman Yunus.

Lebih lanjut, KH. Utsman Yunus menegaskan bahwa memperingati Isra’ Mi’raj bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memperbaiki kualitas ibadah dan menanamkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat iman dan meneladani akhlak Rasulullah SAW, sehingga kehidupan sehari-hari kita senantiasa diridai Allah dan membawa kebaikan bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Sementara itu, KH. Abduh Ali Hasan mengingatkan pentingnya menjaga persatuan umat serta menghormati para sesepuh dan ulama yang telah berjasa membangun kehidupan keagamaan di Desa Paseyan. Ia menekankan bahwa haul sesepuh desa bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk penghormatan dan pengingat akan perjuangan para pendahulu.

“Haul ini mengajarkan kita untuk tidak melupakan jasa para ulama dan sesepuh desa yang telah mewariskan ilmu, akhlak, dan keteladanan. Kita sebagai generasi sekarang wajib menjaga persatuan, menghormati sesepuh, dan melanjutkan perjuangan mereka,” ujar KH. Abduh Ali Hasan.

KH. Abduh Ali Hasan menegaskan bahwa haul sesepuh desa bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi momentum untuk mengingat jasa para ulama dan pendahulu yang telah mewariskan ilmu, akhlak, dan teladan.

“Dengan menghormati para pendahulu, kita sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman dan akhlakul karimah dalam masyarakat, sehingga Desa Paseyan tetap menjadi teladan dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat,” jelasnya.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk para sesepuh Desa Paseyan, serta harapan agar warga senantiasa diberikan keberkahan, kedamaian, dan kekuatan iman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *