SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Program Menu Makan Bergizi (MBG) di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, menjadi pembicaraan hangat setelah foto hidangan untuk siswa beredar luas di media sosial.
Dalam foto tersebut tampak seporsi nasi jagung, sepotong ikan krispi berbalut tepung, semangkuk kecil kuah kelor dalam wadah plastik, serta potongan buah. Meski terlihat sederhana, menu itu justru menuai kritik karena dinilai tidak sesuai dengan standar gizi yang seharusnya dipenuhi dalam program MBG.
Salah satu guru, Ikhwan Mansuri, turut menyampaikan kekhawatirannya. Ia menilai penyajian MBG tersebut tidak mencerminkan konsep gizi seimbang bagi siswa.
“Dengan budget Rp15.000, mending beli lalapan di pedagang kaki lima daripada siswa dapat menu yang tidak sesuai pedoman,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).
Menurut Ikhwan, MBG idealnya mencakup karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral secara seimbang. Namun, ia menilai ikan krispi yang lebih dominan tepung membuat protein yang dibutuhkan siswa tidak tercukupi. Sementara kuah kelor yang disajikan hanya berfungsi sebagai pelengkap tanpa nilai gizi signifikan.
“Nasi jagung itu bagus, tapi harus dipadukan dengan lauk dan sayuran yang benar. Ini terlihat seperti disusun seadanya. Bukan soal kenyang, tetapi apakah anak-anak mendapat gizi yang benar,” tegasnya.
Ikhwan berharap pihak penyelenggara MBG melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari penyusunan menu, takaran porsi, hingga kualitas bahan makanan. Ia menilai hal itu penting agar tujuan utama program meningkatkan kesehatan dan kecukupan gizi siswa betul-betul tercapai.
Sementara itu, Kepala SPPG Guluk-Guluk,Qiwam, saat dikonfirmasi Klik Times beberapa waktu lalu, memberikan respons yang terkesan kurang kooperatif.
“Pade reng luk Guluk en mas, tak ossa du griduh. Benni tak benyak kenalan media-media senior edinnak,” ujarnya dalam bahasa Madura.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan kalimat yang dinilai kurang tepat dan seolah menantang pewarta.
“Lanjutkan, terro taowa guk tegguennah,” ucapnya.












