BeritaDaerah

Di Balik Kesuksesan Haji Her, Ada Kisah Perjuangan yang Kini Berbuah Kepedulian

878
×

Di Balik Kesuksesan Haji Her, Ada Kisah Perjuangan yang Kini Berbuah Kepedulian

Sebarkan artikel ini
Haji Her saat mengunjungi SDN Kowel 3 Pamekasan dan menyerahkan bantuan uang muka rehabilitasi gedung sekolah yang rusak. Foto/Ist.

PAMEKASAN, KLIKTIMES.ID – Di balik kesuksesannya membangun Bawang Mas (BM) Group, H. Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her, menyimpan kisah perjuangan hidup yang penuh keprihatinan. Sebelum dikenal sebagai pengusaha sukses, ia disebut pernah berada di titik terendah kehidupan hingga harus berjualan pulpen untuk menyambung hidup.

Kisah tersebut kembali mengemuka saat Haji Her mengunjungi SDN Kowel 3 Pamekasan, Rabu (21/10/2026). Kunjungan itu sekaligus menjadi bentuk pemenuhan janji dan komitmennya untuk melihat langsung kondisi sekolah yang membutuhkan perhatian.

Sebelumnya, jajaran SDN Kowel 3 Pamekasan sempat berkunjung ke Gudang Induk BM Group dalam rangka simposium. Dalam pertemuan tersebut, Kepala SDN Kowel 3 Pamekasan, Halidah, menyampaikan harapannya agar Haji Her berkenan meninjau kondisi bangunan sekolah yang dipimpinnya.

Harapan itu bukan tanpa alasan. Dari total ruang kelas yang ada, enam ruangan dilaporkan mengalami kerusakan parah. Bahkan, tiga di antaranya sudah tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar karena dinilai membahayakan keselamatan siswa.

Mengetahui kondisi tersebut, Haji Her akhirnya datang langsung ke sekolah dan menyerahkan bantuan berupa uang muka untuk rehabilitasi gedung yang rusak.

Kehadirannya disambut hangat oleh para guru dan siswa. Suasana haru terasa ketika seorang siswi bernama Leni maju membacakan puisi di hadapan pengusaha tersebut.

Dalam puisinya, Leni mengibaratkan sosok Haji Her seperti Abdurrahman bin Auf, sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai saudagar kaya sekaligus dermawan.

Momen tersebut semakin menyentuh ketika Halidah mengungkapkan kisah perjuangan Haji Her sebelum mencapai kesuksesan seperti sekarang. Menurut dia, pengusaha BM Group itu pernah menjalani kehidupan yang sulit dan berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan hidup, termasuk dengan berjualan pulpen.

Kisah tersebut menjadi gambaran perjalanan hidup yang tidak selalu berjalan mulus. Dari masa penuh keterbatasan hingga mencapai kesuksesan, pengalaman itu kini dikaitkan dengan kepedulian Haji Her terhadap masyarakat, termasuk di bidang pendidikan.

Halidah berharap, kehadiran Haji Her dan bantuan yang diberikan tidak hanya membantu memperbaiki fasilitas sekolah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para siswa untuk terus berjuang meraih cita-cita.

Menurutnya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Pengalaman hidup seseorang juga dapat menjadi pelajaran tentang pentingnya berbagi dan memberikan manfaat bagi sesama.

“Tidak hanya membawa harapan bagi perbaikan fasilitas pendidikan, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi para siswa bahwa keterbatasan masa lalu bukanlah penghalang untuk menjadi manfaat bagi sesama di masa depan,” tukas Halidah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *