BeritaDaerah

LP Ma’arif Sumenep Dorong MWC NU Jadi Motor Gerakan Pendidikan di Tingkat Kecamatan

1030
×

LP Ma’arif Sumenep Dorong MWC NU Jadi Motor Gerakan Pendidikan di Tingkat Kecamatan

Sebarkan artikel ini
Dr. Damanhuri (kiri), Prof. Muhammad Ali Al-Humaidy (tengah), dan moderator saat Dialog Pendidikan NU dalam rangkaian NU Education Summit Sumenep 2026. Foto/Ist.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PCNU Sumenep mulai mendorong perubahan pola gerakan pendidikan Nahdlatul Ulama (NU) agar tidak hanya bertumpu pada sekolah dan madrasah, tetapi berkembang menjadi ekosistem pendidikan yang kuat hingga tingkat kecamatan.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Dialog Pendidikan NU dan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama MWC NU se-Kabupaten Sumenep yang digelar dalam rangkaian NU Education Summit Sumenep 2026 di Aula PCNU Sumenep, Ahad (23/8/2026).

Mengusung tema “Menyiapkan Generasi Unggul, Berkarakter dan Berdaya Saing Menuju Era Keemasan NKRI”, forum tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat arah gerakan pendidikan NU agar lebih terstruktur, kolaboratif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Ketua LP Ma’arif PCNU Sumenep, Dr. Salamet, mengatakan penguatan kelembagaan hingga tingkat MWC NU menjadi salah satu strategi penting untuk memperluas jangkauan pendidikan NU di tengah masyarakat.

Menurutnya, MWC NU tidak semestinya hanya menjalankan fungsi administratif organisasi. Lebih dari itu, MWC NU perlu memiliki gerakan konkret di bidang pendidikan yang disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Kegiatan ini menjadi pecut semangat bagi kita untuk mewujudkan pendidikan NU yang unggul dan berdaya saing. Kita ingin LP Ma’arif tidak hanya hadir sebagai lembaga pengelola pendidikan, tetapi menjadi penggerak lahirnya ekosistem pendidikan NU di setiap wilayah,” ujar Dr. Salamet.

Ia menjelaskan, pembangunan ekosistem pendidikan tersebut tidak harus dilakukan sekaligus. Langkah awal dapat dimulai melalui pemetaan potensi, penguatan kelembagaan, peningkatan mutu satuan pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, hingga perluasan jejaring dan kemitraan.

LP Ma’arif juga memandang gerakan pendidikan NU ke depan tidak hanya terbatas pada pendidikan formal. Pendidikan nonformal seperti kursus, pelatihan, pendidikan keterampilan, pembinaan generasi muda, hingga berbagai layanan pendidikan berbasis kebutuhan masyarakat juga perlu dikembangkan.

Wakil Ketua PCNU Sumenep, KH. Muhammad Husna Nafi, menegaskan bahwa membangun pendidikan NU yang unggul bukanlah pekerjaan satu lembaga.

Menurutnya, seluruh lembaga dan badan otonom NU memiliki peran strategis sesuai kapasitas masing-masing.

“Pendidikan NU yang unggul membutuhkan dukungan dari semua pihak. Tidak bisa hanya dilimpahkan kepada LP Ma’arif saja. Semua lembaga dan badan otonom harus mengambil bagian sesuai dengan kapasitas dan bidang masing-masing,” tuturnya.

Ia menilai sinergi antarunsur NU menjadi modal penting untuk menjadikan pendidikan sebagai salah satu kekuatan utama organisasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menyiapkan generasi masa depan.

Pandangan tersebut juga diperkuat dengan kehadiran Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sumenep, Dr. Rusliy, S.Pd., M.Pd. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara lembaga pendidikan NU dengan pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya.

Dialog Pendidikan NU dalam rangkaian NU Education Summit Sumenep 2026 menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Damanhuri, Direktur Pascasarjana Universitas Annuqayah, dan Prof. Muhammad Ali Al-Humaidy, M.Si., Wakil Rektor UIN Madura.

Forum tersebut membahas masa depan pendidikan NU dari berbagai perspektif, mulai dari tantangan perubahan zaman, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembentukan karakter generasi, inovasi pendidikan, hingga penguatan daya saing.

Kegiatan ini juga dihadiri unsur lembaga, badan otonom, serta Aswaja Center NU Kabupaten Sumenep. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pendidikan mulai ditempatkan sebagai agenda bersama jam’iyah NU, bukan semata-mata menjadi tanggung jawab LP Ma’arif.

Melalui NU Education Summit Sumenep 2026, LP Ma’arif PCNU Sumenep menargetkan lahirnya gerakan pendidikan yang lebih terukur dan berkelanjutan.

MWC NU akan didorong menjadi salah satu basis penggerak, sehingga jejaring pendidikan dapat dibangun secara berjenjang mulai dari PCNU, MWC NU hingga tingkat ranting.

Dengan pola tersebut, gerakan pendidikan NU diharapkan tidak hanya memperkuat sekolah dan madrasah yang sudah ada, tetapi juga mampu melahirkan berbagai inovasi serta layanan pendidikan baru sesuai kebutuhan masyarakat.

NU Education Summit Sumenep 2026 pun diarahkan menjadi titik awal konsolidasi menuju ekosistem pendidikan NU yang unggul, berkarakter, adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *