BeritaDaerah

Rumah Doktor Naghfir Jadi Pusat Khotmil Qur’an se-Kabupaten Sumenep

909
×

Rumah Doktor Naghfir Jadi Pusat Khotmil Qur’an se-Kabupaten Sumenep

Sebarkan artikel ini
Pamflet Semaan Khotmil Qur’an dan Sholawat Nariyah putaran ke-129 bersama para huffadz se-Kabupaten Sumenep, yang dipusatkan di rumah Dr. Naghfir, Perumahan Batuan depan UNIBA Madura. Foto/Ist.

SUMENEP, KLIKTIMES.ID – Semaan Khotmil Qur’an dan Sholawat Nariyah bersama para huffadz se-Kabupaten Sumenep kembali digelar. Memasuki putaran ke-129, kegiatan keagamaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat Kliwon, 21 Agustus 2026.

Kali ini, rumah Direktur Naghfir’s Institute, Dr. Naghfir, S.HI., S.H., M.Kn., C.PM., CH., CWC., C.HT., di kawasan Perumahan Batuan, tepatnya di depan Universitas Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura, menjadi pusat kegiatan.

Acara dijadwalkan dimulai pukul 15.30 WIB. Dari lokasi tersebut, rangkaian semaan Khotmil Qur’an dan Sholawat Nariyah akan terhubung dengan majelis-majelis yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep.

Berdasarkan informasi kegiatan, sedikitnya 67 titik majelis turut terhubung dalam pelaksanaan semaan. Keterlibatan puluhan majelis tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan, khususnya membaca Al-Qur’an dan memperbanyak sholawat.

Selain semaan dan Sholawat Nariyah, kegiatan putaran ke-129 ini juga akan diisi pengajian umum dengan menghadirkan KH Abdul Qodir Muhammad.

Dr. Naghfir mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus mempererat tali silaturahmi.

“Semaan Khotmil Qur’an dan Sholawat Nariyah ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi ikhtiar untuk menjaga kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, memperbanyak sholawat, serta mempererat silaturahmi,” katanya.

Ia berharap pelaksanaan putaran ke-129 dapat berlangsung khidmat dan membawa keberkahan bagi seluruh jamaah yang terlibat.

“Semoga putaran ke-129 ini dapat berjalan khidmat dan memberikan keberkahan bagi seluruh jamaah,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan 67 titik majelis menjadi gambaran adanya semangat kolektif masyarakat untuk terus merawat kegiatan keagamaan di tengah kehidupan sosial.

“Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang dekat dengan Al-Qur’an, mencintai Rasulullah SAW, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan kemaslahatan,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *