BeritaDaerah

Ziarah Makam KH. Ahmad Dahlan, Pemuda Muhammadiyah Sumenep Teguhkan Spirit Perjuangan

258
×

Ziarah Makam KH. Ahmad Dahlan, Pemuda Muhammadiyah Sumenep Teguhkan Spirit Perjuangan

Sebarkan artikel ini
Kader Pemuda Muhammadiyah Sumenep khusyuk berdoa saat ziarah ke makam KH. Ahmad Dahlan di Kauman, Yogyakarta (Foto:Ziey).

YOGYAKARTA – Dalam rangkaian kegiatan Apel Akbar Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) di Sleman, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sumenep menyempatkan ziarah ke makam pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, Sabtu (20/7/2025).

Ziarah yang berlangsung di kompleks makam pahlawan nasional di Kauman, Yogyakarta, ini diikuti oleh para kader muda Muhammadiyah Sumenep dengan penuh khidmat.

Mereka memanjatkan doa dan mengenang perjuangan tokoh besar KH. Ahmad Dahlan, yang dikenal sebagai pelopor pembaruan Islam di Indonesia dan pendiri Muhammadiyah pada tahun 1912.

Ketua PDPM Sumenep, Moh. Andriansyah, mengatakan bahwa kegiatan ziarah ini bukan sekadar kunjungan rutin melainkan bagian dari upaya memperkuat spiritualitas dan menumbuhkan kesadaran historis para kader terhadap perjuangan para pendiri Muhammadiyah.

“Ziarah ini bukan sekadar ritual tetapi juga refleksi diri. Kita ingin mengingat kembali perjuangan KH. Ahmad Dahlan dalam menyebarkan Islam yang mencerahkan serta menanamkan nilai-nilai tersebut dalam gerakan kepemudaan Muhammadiyah,” ujar Andriansyah.

Diketahui, KH. Ahmad Dahlan, yang lahir pada tahun 1868 dan wafat pada 1923 telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1961. Gagasan-gagasannya dalam pembaruan Islam memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan pendidikan, sosial dan dakwah Islam di Indonesia.

Melalui kegiatan ziarah ini, PDPM Sumenep berharap semangat perjuangan KH. Ahmad Dahlan dapat menjadi energi baru bagi para kader muda untuk terus berkarya dan berdakwah. Nilai-nilai Islam berkemajuan yang diwariskan beliau menjadi fondasi kuat bagi Pemuda Muhammadiyah dalam menjawab tantangan zaman.

“Kami ingin kader-kader muda Muhammadiyah tidak hanya mengenal sejarah tapi juga menjadi bagian dari kelanjutan perjuangan itu dengan semangat, dedikasi dan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa,” pungkas Andriansyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *