SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Warga Desa Montornah, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, menunjukkan kekompakan dengan melakukan perbaikan jalan lingkungan secara swadaya.
Aksi gotong royong ini dilakukan sebagai respons atas kondisi jalan desa yang rusak dan dinilai mengganggu aktivitas warga sehari-hari.
Perbaikan dilakukan dengan pengecoran dan penimbunan di sejumlah titik jalan yang berlubang dan rusak parah. Seluruh biaya kegiatan bersumber dari iuran sukarela warga, sementara pengerjaan dilakukan sepenuhnya dengan tenaga masyarakat setempat.
Aksi tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah akun TikTok @MizanSutomo. Dalam unggahan itu terlihat kondisi jalan sebelum dan sesudah diperbaiki, serta antusiasme warga yang bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan. Video tersebut pun menuai perhatian luas dan mendapat apresiasi dari warganet.
Namun di balik semangat gotong royong tersebut, kritik tajam muncul dari aktivis Bumi Sumekar, Hasyim. Ia menilai, perbaikan jalan yang terus-menerus dilakukan secara swadaya justru mencerminkan kegagalan pemerintah desa dalam mengelola Dana Desa (DD).
“Kalau perbaikan jalan selalu dibebankan ke masyarakat, ini bukan lagi soal gotong royong, tapi indikasi kelalaian pengelolaan Dana Desa,” tegas Hasyim, Jum’at (23/1/2026).
Menurutnya, Dana Desa memiliki mandat yang jelas, salah satunya untuk pembangunan dan perawatan infrastruktur desa. Ketika jalan rusak dibiarkan dan masyarakat harus menutup kekosongan anggaran, maka pemerintah desa dinilai tidak menjalankan amanah sebagaimana mestinya.
“Dana Desa itu bukan untuk disimpan, tapi untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Infrastruktur jalan adalah kebutuhan utama,” ujarnya.
Hasyim juga mendorong aparat pengawas serta instansi terkait agar turun tangan melakukan evaluasi terhadap penggunaan Dana Desa di Desa Montornah. Ia berharap pengawasan yang ketat dapat mencegah kejadian serupa terulang.
“Perlu evaluasi serius. Jangan sampai semangat warga justru menutupi persoalan tata kelola anggaran desa,” katanya.
Sementara itu, masyarakat berharap aksi swadaya ini menjadi perhatian pemerintah agar pembangunan infrastruktur desa ke depan lebih terencana dan berkelanjutan.
“Warga siap gotong royong, tapi pemerintah juga harus hadir dan bertanggung jawab,” ungkap salah seorang warga dalam kolom komentar unggahan tersebut.
Kendati begitu, Pewarta menegaskan akan terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pemerintah desa dan instansi terkait guna memperoleh keterangan yang berimbang.
Hingga berita ini diterbitkan, akses untuk mendapatkan klarifikasi dari pihak yang bersangkutan masih belum diperoleh.












