BeritaDaerahNasional

UB Bangun Greenhouse Pendidikan di Probolinggo, Dorong Kemandirian Petani dan Ketahanan Pangan Desa

111
×

UB Bangun Greenhouse Pendidikan di Probolinggo, Dorong Kemandirian Petani dan Ketahanan Pangan Desa

Sebarkan artikel ini
Tim Universitas Brawijaya bersama petani Desa Kedungrejoso saat pelatihan budidaya di greenhouse pendidikan. Foto/Klik Times.

PROBOLINGGO | KLIKTIMES.ID – Universitas Brawijaya (UB) terus menunjukkan kiprahnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Melalui program kolaboratif dengan warga Desa Kedungrejoso, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, UB membangun sebuah greenhouse pendidikan yang difungsikan sebagai pusat budidaya, pelatihan, dan pemberdayaan petani secara berkelanjutan.

Program ini diinisiasi untuk memperkuat ketahanan pangan desa dengan memperkenalkan teknologi pertanian sederhana yang ramah lingkungan dan mudah diterapkan oleh petani lokal. Pembangunan greenhouse tersebut dipimpin oleh Prof. Nuhfil Hanani bersama dua dosen UB lainnya, yaitu Moh. Shadiqur Rahman, Ph.D. dari Departemen Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian, Tina Sri Purwanti, S.P., MBA., M.P., Ph.D. dari Fakultas Peternakan, dan Hari Wahyu Wijayanto, Ph.D. dari Sekolah Pascasarjana.

“Harapan kami, greenhouse ini bukan hanya tempat menanam, tetapi tempat belajar bersama. Ketahanan pangan tidak akan kuat jika desa tidak kuat. Karena itu, pembangunan pangan nasional harus dimulai dari masyarakat desa melalui inovasi yang mereka kuasai sendiri,” ujar Prof. Nuhfil Hanani.

Berbeda dari program bantuan konvensional, greenhouse berbahan rangka bambu dan plastik UV ini dirancang agar mudah ditiru oleh petani lain. Di tempat tersebut, para petani dilatih mengelola budidaya hortikultura seperti cabai, tomat, sawi, dan buah bernilai ekonomi tinggi seperti melon. Komoditas melon dipilih karena memiliki nilai jual stabil dan cocok dikembangkan di lingkungan greenhouse untuk menjaga kualitas hasil panen.

Program ini juga melibatkan generasi muda desa agar menjadi motor penggerak pertanian berkelanjutan. Dua pemuda lokal, Fatahillah dan Hidayatullah, aktif berpartisipasi sejak tahap pembangunan hingga pelatihan.

“Bertani itu bukan pekerjaan kuno. Melalui program ini, kami belajar cara budidaya yang lebih profesional. Melon yang kami tanam bukan hanya untuk dijual, tetapi untuk membuktikan bahwa desa bisa menghasilkan produk berkualitas,” tutur Fatahillah.

Ketua Kelompok Tani Daun Mas, Ahmad Fauzi atau akrab disapa Cak Fauzi, mengapresiasi pendekatan UB yang dinilai berbeda dari biasanya. “Banyak program bantuan selesai setelah serah terima. Tapi program ini tidak berhenti di situ. Kami dibimbing hingga benar-benar bisa mandiri. Itu yang membuat kami yakin program ini akan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Tina Sri Purwanti, Ph.D. menegaskan bahwa tujuan program tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga kualitas hidup masyarakat desa.

“Greenhouse ini mendorong ketahanan pangan rumah tangga melalui ketersediaan sayuran dan buah sehat dari pekarangan sendiri. Petani kita ajak untuk tidak hanya menjual hasil panen, tapi juga memastikan keluarga mereka mengonsumsi pangan bergizi,” jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Moh. Shadiqur Rahman, Ph.D. menyebut bahwa model greenhouse sederhana ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain. “Pertanian desa harus naik kelas. Kita mulai dari teknologi sederhana yang bisa dijalankan, lalu berkembang. Ini langkah awal menuju kemandirian ekonomi petani,” ujarnya.

Ke depan, hasil panen melon dari greenhouse tersebut akan dikembangkan menjadi produk agribisnis desa guna meningkatkan pendapatan masyarakat. Melalui program pendidikan berbasis praktik ini, Universitas Brawijaya menegaskan komitmennya menghadirkan ilmu yang berpihak pada rakyat dan membangun kemandirian pangan dari akar rumput.

Dari Desa Kedungrejoso, tekad sederhana itu tumbuh: membangun desa melalui pangan, memperkuat ketahanan keluarga, dan menghidupkan kembali semangat bertani sebagai masa depan yang layak diperjuangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *