Berita

Terinspirasi Kisah Nabi, Yayasan Bani Insan Peduli Santuni 3.000 Anak Yatim di Pamekasan

19
×

Terinspirasi Kisah Nabi, Yayasan Bani Insan Peduli Santuni 3.000 Anak Yatim di Pamekasan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Suasana kegiatan santunan 3.000 anak yatim yang digelar Yayasan Bani Insan Peduli (BIP) di Gedung Bakorwil Pamekasan, Jumat (6/3/2026).

PAMEKASAN | KLIKTIMES.ID – Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti Gedung Bakorwil Pamekasan, Jumat (6/3/2026). Sebanyak 3.000 anak yatim dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pamekasan berkumpul untuk menerima santunan dalam kegiatan sosial yang digelar Yayasan Bani Insan Peduli (BIP).

Kegiatan yang berlangsung di bulan suci Ramadhan ini bukan sekadar agenda berbagi, tetapi juga lahir dari inspirasi kisah Nabi Muhammad SAW yang dikenal memiliki kepedulian besar terhadap anak yatim.

Founder Bani Insan Peduli, Ali Zainal Abidin, mengatakan gagasan kegiatan tersebut terinspirasi dari kisah Rasulullah yang pernah menghibur seorang anak yatim yang bersedih karena kehilangan ayahnya.

Kisah itu, kata dia, menjadi pengingat bahwa memuliakan anak yatim bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari meneladani akhlak Nabi.

“Dari kisah itu saya merasa tergerak. Saya ingin mengabdikan diri untuk anak-anak yatim,” kata Ali.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak yatim tidak hanya menerima santunan. Mereka juga diberi kesempatan berbelanja pakaian, sepatu, dan sandal secara gratis sebagai persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Kebahagiaan sederhana itu diharapkan dapat menghadirkan senyum bagi anak-anak yang selama ini tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah.

Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, yang turut hadir dalam acara tersebut menilai kegiatan santunan anak yatim memiliki makna ibadah sekaligus manfaat sosial yang luas bagi masyarakat.

Menurut dia, kegiatan semacam ini bukan hanya memperkuat kepedulian sosial, tetapi juga dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat apabila melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Semoga di bulan suci yang penuh berkah ini kita mendapatkan ridho Allah SWT karena memuliakan anak yatim, memperkuat silaturahmi, sekaligus menumbuhkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan pelaku UMKM,” ujar Kholilurrahman.

Ia menambahkan, kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa merupakan nilai penting dalam ajaran Islam, terlebih di bulan Ramadhan yang menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial.

“Hidup kita menjadi berarti jika harta dan semua yang kita miliki bermanfaat bagi orang lain,” kata dia.

Kholilurrahman juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Bani Insan Peduli yang dinilai konsisten menanamkan nilai-nilai Qurani melalui berbagai kegiatan sosial di Kabupaten Pamekasan.

“Kami atas nama pemerintah daerah sangat mendukung program mulia ini. Ini menunjukkan kepedulian besar terhadap anak yatim di Pamekasan,” ujarnya.

Atas konsistensi dan dampak sosial yang dihasilkan, Yayasan Bani Insan Peduli juga menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori santunan anak yatim terbanyak.

Bagi Ali Zainal Abidin, penghargaan tersebut bukan tujuan utama. Yang lebih penting adalah menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *