banner 728x90
BeritaHiburan

Tarif Tiket Pantai Slopeng Naik Saat Lebaran Ketupat, Pengunjung Kritik Kenaikan dan Sampah Berserakan

10
×

Tarif Tiket Pantai Slopeng Naik Saat Lebaran Ketupat, Pengunjung Kritik Kenaikan dan Sampah Berserakan

Sebarkan artikel ini
Karcis masuk Pantai Slopeng saat Lebaran Ketupat naik menjadi Rp20.000 per orang, di atas ketentuan Perda Nomor 1 Tahun 2024. Foto/Si.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Libur Lebaran Ketupat dimanfaatkan warga Sumenep dan sekitarnya untuk berlibur ke pantai. Salah satu destinasi favorit adalah Pantai Slopeng. Namun, sejumlah pengunjung mengeluhkan kenaikan tarif tiket masuk dan kondisi kebersihan yang dinilai tidak memadai.

Sejumlah wisatawan terkejut mengetahui harga tiket naik dari Rp15.000 menjadi Rp20.000 per orang, jauh di atas ketentuan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024.

Muhsi, pengunjung asal Rubaru, mengatakan perbedaan harga ini membingungkan dan menimbulkan ketidakjelasan bagi wisatawan, khususnya bagi mereka yang datang dari luar kota.

“Saya sudah cek Perda Nomor 1 Tahun 2024, seharusnya cuma Rp15.000. Tapi sekarang bayar Rp20.000. Rasanya ada yang tidak jelas soal kenaikan ini,” kata Muhsi, Sabtu (28/3/2026).

Menurut Muhsi, kenaikan tarif ini diduga dilakukan pihak ketiga atau pemegang kontrak pengelolaan pantai yang memiliki hak operasional untuk menarik retribusi tambahan dari wisatawan. Lonjakan pengunjung pada momen Lebaran Ketupat membuat kebijakan ini semakin memberatkan.

Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi terkait tarif tiket agar pengunjung bisa merencanakan kunjungan dengan jelas.

“Kalau mau naik, sebaiknya ada pengumuman resmi atau papan tarif yang jelas. Jangan tiba-tiba bayar lebih mahal. Kami datang dari jauh, dan tentu berharap transparansi tarif,” ujarnya.

Selain tarif, kondisi kebersihan Pantai Slopeng juga menjadi sorotan. Sampah berserakan di bibir pantai, terutama plastik dan sisa makanan, dinilai mengganggu pemandangan sekaligus berpotensi merusak ekosistem.

“Sampah berserakan di bibir pantai, terutama plastik dan bekas makanan. Sangat mengganggu pemandangan dan kenyamanan. Pengelola harus rutin membersihkan area wisata, apalagi saat libur Lebaran,” kata Muhsi.

Ia juga menekankan perlunya fasilitas pendukung, seperti tempat sampah memadai dan jadwal pembersihan rutin, agar pengunjung dapat ikut menjaga kebersihan pantai.

“Kami berusaha tidak membuang sampah sembarangan, tapi kalau tempat sampah minim dan tidak ada jadwal pembersihan rutin, sulit menjaga kebersihan. Ini seharusnya jadi prioritas pengelola agar wisata tetap nyaman dan aman,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Olahraga Sumenep Faruk Hanafi saat dikonfirmasi Kliktimes melalui pesan WhatsApp enggan merespon. Pesan yang dikirim pewarta terlihat centang dua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *