SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah koordinasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pordapor, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, menuai sorotan.
Sejumlah lembaga pendidikan menilai penyaluran belum berjalan optimal, seiring ketidakseimbangan antara jumlah porsi yang diterima dan kebutuhan faktual di lapangan.
Dari data yang di himpun, SPPG Pordapor menaungi sekitar 19 lembaga pendidikan dengan total sasaran lebih dari 2.500 siswa. Namun hingga Senin (17/11/2025), distribusi MBG yang diterima lembaga-lembaga tersebut baru mencapai 1.200 porsi, atau belum mencapai separuh dari kebutuhan keseluruhan. Kondisi itu membuat sejumlah sekolah belum memperoleh jatah program.
“Kurang dari separuh kebutuhan. Ini menyebabkan beberapa lembaga belum tersentuh jatah program,” ujar seorang guru berinisial H saat ditemui Klik Times, Senin (17/11/2025).
Lebih lanjut H menjelaskan masih terdapat 1.300 lebih porsi yang belum terdistribusi ke berbagai lembaga. Ia menyampaikan bahwa pengelola SPPG telah berjanji akan menyalurkan kekurangan tersebut pada Senin mendatang. Penyaluran bertahap, menurutnya, dilakukan akibat sejumlah kendala teknis.
“Kami mendapatkan informasi bahwa distribusi akan dilengkapi hari Senin. Semoga benar-benar terlaksana, karena banyak siswa yang menunggu,” katanya.
Di sisi lain, H menampik anggapan bahwa minimnya jumlah karyawan menjadi penyebab utama tidak optimalnya distribusi. Ia menilai persoalan mendasar justru berada pada penataan teknis serta kesiapan mekanisme distribusi di internal SPPG.
“Distribusi tidak bisa dilakukan sekaligus ke seluruh lembaga, sehingga beberapa sekolah harus menunggu lebih lama,” jelasnya.
Lebih jauh, H berharap SPPG dapat segera membenahi mekanisme penyaluran agar distribusi MBG berjalan lebih teratur, merata, dan tepat waktu.
“Kami berharap ada perbaikan alur distribusi, karena keberhasilan program ini sangat bergantung pada ketepatan jadwal dan pemerataan. MBG ini penting untuk mendukung peningkatan kualitas gizi siswa,” pungkasnya.
Sementara itu, pewarta Klik Times masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak SPPG Pordapor untuk memperoleh kejelasan lebih lanjut terkait kendala distribusi MBG tersebut.













