BeritaDaerah

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Gencarkan Edukasi Bahaya Radiasi, Wujudkan Pelayanan Kesehatan Humanis

41
×

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Gencarkan Edukasi Bahaya Radiasi, Wujudkan Pelayanan Kesehatan Humanis

Sebarkan artikel ini
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, dr. Erliyati, M.Kes. Foto/Klik Times.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang humanis dan edukatif. Tak hanya fokus pada penanganan medis, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep ini juga aktif memberikan edukasi bagi keluarga pasien.

Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah kegiatan penyuluhan bertema “Bahaya Radiasi bagi Manusia” yang digelar Unit Radiologi RSUD dr. H. Moh. Anwar di ruang tunggu Instalasi Radiologi, beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada keluarga pasien tentang pentingnya keselamatan dalam pemeriksaan radiologi.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, dr. Erliyati, M.Kes, menjelaskan bahwa penyuluhan tersebut merupakan bagian dari upaya edukasi berkelanjutan rumah sakit kepada masyarakat.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa radiasi tidak selalu berbahaya jika digunakan sesuai prosedur. Namun, kesadaran terhadap risiko tetap penting agar semua pihak bisa menjaga keselamatan diri,” ujar dr. Erliyati, Senin (27/10/2025).

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memiliki pemahaman keliru tentang radiasi dan dampaknya terhadap tubuh manusia. Melalui kegiatan ini, RSUDMA ingin memastikan setiap pasien dan keluarga memperoleh informasi yang benar dan berbasis ilmiah.

Dalam kegiatan tersebut, para tenaga kesehatan yang tergabung dalam Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) di Instalasi Radiologi turut memberikan penjelasan mendalam mengenai jenis-jenis radiasi dan efeknya terhadap tubuh manusia.

Mereka menjelaskan, paparan radiasi jangka pendek bisa menyebabkan gejala seperti mual, muntah, kelelahan, hingga kerusakan jaringan. Sedangkan paparan jangka panjang berpotensi memicu penyakit serius seperti kanker, mutasi genetik, dan gangguan sistem reproduksi.

Selain menjelaskan risiko, para radiografer juga memberikan edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan, seperti penggunaan alat pelindung diri (APD) berupa apron timbal, penerapan prosedur pemeriksaan yang tepat, serta memastikan dosis radiasi berada pada tingkat aman.

Pihak RSUDMA juga menekankan pentingnya kerja sama dari masyarakat dalam mendukung penerapan standar keselamatan tersebut. Dengan pemahaman yang baik, keluarga pasien diharapkan dapat lebih kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung.

Lebih lanjut, dr. Erliyati menegaskan bahwa penyuluhan seperti ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi bagian penting dari strategi RSUDMA untuk menghadirkan pelayanan yang tidak hanya kuratif, namun juga edukatif dan promotif.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih sadar terhadap aspek keselamatan, terutama dalam penggunaan alat kesehatan berbasis radiasi. Edukasi adalah bagian penting dari pelayanan kami,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *