BeritaDaerah

Rektor UNIBA Madura Klarifikasi Isu Pungutan, Senat Gerak Cepat Bekukan SK Panitia Duta Kampus

107
×

Rektor UNIBA Madura Klarifikasi Isu Pungutan, Senat Gerak Cepat Bekukan SK Panitia Duta Kampus

Sebarkan artikel ini
Kampus Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA Madura).

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Rektor Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA Madura), Prof. Rachmad Hidayat, memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pungutan oleh oknum panitia dalam penyelenggaraan pemilihan Duta Kampus.

Ia menegaskan bahwa pihak rektorat tidak pernah menginstruksikan penarikan sanksi atau pungutan dalam bentuk apa pun kepada mahasiswa.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah munculnya laporan mengenai oknum panitia yang diduga menarik pungutan sebesar Rp50.000 dengan dalih “perintah rektor” pada Sabtu (22/11/2025). Praktik ini diduga dilakukan untuk memberi tekanan kepada mahasiswa yang tidak dapat mengikuti proses pendaftaran Duta Kampus.

Sebagai respons atas laporan tersebut, Senat UNIBA Madura bersama jajaran pimpinan kampus bergerak cepat dengan membekukan SK Panitia Duta Kampus. Langkah itu diambil untuk menjaga integritas penyelenggaraan pemilihan serta memastikan seluruh proses berlangsung sesuai regulasi kampus.

Pihak kampus juga mengonfirmasi bahwa ketua pelaksana kegiatan tengah menjalani proses persidangan internal atas dugaan pelanggaran kode etik mahasiswa.

Ketua Senat UNIBA Madura, Budi Siswanto, menegaskan bahwa pembekuan SK merupakan langkah preventif untuk menghindari potensi penyalahgunaan wewenang.

“Pembekuan SK dilakukan sebagai tindakan preventif untuk mencegah penyalahgunaan wewenang serta menjaga kredibilitas ajang pemilihan duta kampus,” ujarnya saat di konfirmasi Klik Times. 

Lebih lanjut, Budi Siswanto menyampaikan bahwa proses penyelidikan internal masih berlangsung dan dilakukan secara profesional.

“Kampus berkomitmen menjalankan pemeriksaan secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga mengimbau seluruh mahasiswa tetap menjaga suasana akademik yang kondusif.

“Pimpinan pun mengimbau mahasiswa untuk tetap tenang serta proaktif melaporkan indikasi pelanggaran yang ditemui di lingkungan akademik,” tambahnya.

Sementara itu, Toha, mahasiswa yang melaporkan dugaan pungutan tersebut, mengapresiasi langkah cepat pihak kampus dalam merespons kejadian ini.

Menurutnya, pembekuan SK panitia menjadi langkah tepat untuk memastikan penyelenggaraan Duta Kampus tetap berlangsung secara adil dan akuntabel.

“Pada pukul 13.00 WIB siang tadi kami mengikuti sidang yang digelar langsung oleh Senat Uniba Madura demi kepastian hukum bagi mahasiswa. Kami siap menerima keputusan apa pun yang ditetapkan senat, dan kami yakin keputusan tersebut adalah yang terbaik,” ujar Toha.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas respons cepat jajaran internal kampus. “Kami sangat berterima kasih kepada senat dan pihak kampus yang sigap memberikan fasilitas serta ruang bagi kami sebagai mahasiswa,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *