SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Dugaan praktik mafia BBM bersubsidi di SPBU 54.694.03, Jalan Trunojoyo, Gedungan Barat, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, kembali mencuat. Sejumlah warga menyoroti aktivitas mencurigakan sebuah pick up yang terpantau membawa banyak jeriken dan diduga mengisi BBM subsidi dalam jumlah besar.
Seorang warga berinisial Z, yang kebetulan tengah mengisi bahan bakar, mengaku menyaksikan langsung aktivitas tersebut. Menurutnya, proses pengisian yang dilakukan terkesan tidak wajar dan berpotensi melanggar aturan distribusi BBM bersubsidi.
“Saya lihat sendiri pick up itu muatannya banyak jeriken, lalu diduga mengisi BBM dengan volume besar. Jelas bukan pengisian normal,” ujar Z kepada Klik Times, Rabu (10/12/2025).
Ia menegaskan bahwa perilaku semacam itu tidak boleh dibiarkan karena akan berdampak besar terhadap ketersediaan BBM bagi masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.
“Ini bisa fatal kalau dibiarkan. BBM subsidi itu untuk rakyat, bukan untuk ditimbun atau dijual lagi,” tuturnya.
Z juga menyebut pola pengisian dilakukan dengan cara yang mencurigakan. Ia melihat adanya upaya menutupi aktivitas tersebut agar tidak terdeteksi.
“Cara mereka mengisi tampak ditutupi. Seolah menunggu momen tertentu supaya tidak ketahuan,” tambahnya.
Menurut Z, praktik seperti ini bukan hal baru di SPBU tersebut. Warga sekitar bahkan disebut sudah sering melihat kejadian serupa.
“Ini bukan pertama kali. Warga sini juga banyak yang tahu soal aktivitas itu,” katanya.

Selain itu, Z turut menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak SPBU. Ia menilai pengelola SPBU seharusnya memiliki kontrol yang lebih ketat agar BBM subsidi tidak disalahgunakan.
“Kalau SPBU tidak tegas, ya makin leluasa mereka. Harusnya ada pengawasan ketat,” ungkapnya.
Atas kejadian itu, Z mendesak Polres Sumenep untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan dan penindakan secara terukur.
“Saya minta Polres Sumenep bergerak. Jangan sampai SPBU seenaknya mengakali aturan,” ujarnya menegaskan.
Namun begitu, Ia juga mengingatkan bahwa pembiaran terhadap praktik tersebut dapat membuat jaringan mafia BBM subsidi semakin menggurita di Kabupaten Sumenep.
“Kalau tidak ditindak, ini bisa makin besar dan merugikan banyak orang. Jangan sampai Sumenep jadi sarang mafia BBM subsidi,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPBU 54.694.03 belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan aktivitas pengisian jeriken dalam jumlah besar tersebut.












