BeritaDaerahNasional

PHE WMO Tanam 120 Ton Hexa Reef di Pantai Pasir Putih Tlangoh untuk Cegah Abrasi dan Dorong Ekowisata

86
×

PHE WMO Tanam 120 Ton Hexa Reef di Pantai Pasir Putih Tlangoh untuk Cegah Abrasi dan Dorong Ekowisata

Sebarkan artikel ini
Momen simbolis penyerahan tumpeng antara Kades Tlangoh dan Manager PHE WMO sebelum penanaman hexa reef untuk cegah abrasi. Foto/Klik Times.

BANGKALAN | KLIKTIMES.ID – Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) kembali memberdayakan masyarakat pesisir melalui program pelestarian lingkungan sekaligus mendorong pengembangan ekowisata di Pantai Pasir Putih Tlangoh, Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Dalam kegiatan terbaru, PHE WMO menanam 120 ton hexa reef, melanjutkan pemasangan sebelumnya yang telah mencapai 390 ton di berbagai titik strategis. Targetnya, struktur heksagonal buatan tersebut akan dipasang sepanjang empat kilometer untuk menahan laju abrasi pantai yang saat ini rata-rata mencapai tujuh meter per tahun.

Program ini merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PHE WMO.

“Penanaman hexa reef ini tidak hanya melindungi pantai dari abrasi, tetapi juga membangun ekosistem laut yang lebih sehat dan produktif,” kata Nofrie Nianta Charitapermana, Manager WMO Field, dalam keterangannya, Senin (18/11/2025).

Hexa reef hasil penelitian bersama antara PHE WMO dan Teknik Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini memiliki fungsi ganda. Struktur heksagonal tersebut menahan abrasi sekaligus menciptakan habitat baru bagi biota laut, sehingga mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir.

Inovasi ini juga membuka peluang pengembangan ekowisata bahari berbasis konservasi, yang diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

Nofrie menegaskan, program ini merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat pesisir.

“Kami berkomitmen menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan,” ujarnya.

Lebih jauh, pengembangan Pantai Pasir Putih Tlangoh menjadi bagian dari komitmen PHE WMO dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait penanganan perubahan iklim, perlindungan ekosistem lautan, dan pertumbuhan ekonomi berbasis pekerjaan layak.

Pemerintah daerah juga memberikan apresiasi terhadap program ini. Kepala Bagian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangkalan, Lailatun N, menilai kegiatan tersebut menjadi model pengembangan wisata berkelanjutan di kabupaten itu.

“Pantai Pasir Putih Tlangoh adalah salah satu destinasi unggulan di Bangkalan. Dukungan PHE WMO melalui program CSR-nya membuka peluang ekonomi baru bagi warga lokal sekaligus menjaga kelestarian alam pesisir,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tlangoh, Kudrotul Hidayat, berharap program tersebut terus berlanjut dan mampu meningkatkan kapasitas serta perekonomian masyarakat setempat.

“Selain pantai terlindungi dari abrasi, masyarakat juga mendapatkan lapangan kerja baru melalui kegiatan pengembangan wisata,” kata Kudrotul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *