SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Owner Makayasa, H. Supriyadi atau yang akrab disapa Haji Adi, mengungkapkan rencana ekspansi usahanya ke sejumlah daerah di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur. Langkah ini sekaligus dibarengi dengan upaya memperkuat sinergi bersama media, terutama dalam mendukung kebutuhan tenaga kerja.
Pernyataan tersebut disampaikan Haji Adi dalam kegiatan Halalbihalal dan Silaturahim bersama insan media di Ayoka Cafe, Sumenep, Rabu (8/4/2026).
Dalam sambutannya, Haji Adi menyebutkan bahwa perluasan wilayah garapan Makayasa kini mencakup Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi hingga Jember. Ia optimistis realisasi ekspansi tersebut tinggal selangkah lagi.
“Rupa-rupanya dengan adanya perluasan wilayah yang kita garap saat ini yaitu mulai dari Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi juga Jember, ini kayaknya sudah satu atau dua langkah lagi di depan mata Makayasa,” ujarnya.
Lebih dari sekadar ekspansi bisnis, Haji Adi menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis perusahaan. Ia mengaku, keberadaan media sangat membantu, khususnya dalam menjangkau kebutuhan sumber daya manusia.
“Makanya di sini saya sangat bersyukur ketika bertemu dengan para awak media, karena salah satu yang paling terbantu ketika Makayasa ingin menambah karyawan misalnya, tanpa bantuan media ini kan sulit,” katanya.
Dalam waktu dekat, Makayasa juga akan mengoperasikan pabrik barunya di Kecamatan Lenteng. Ia memperkirakan peresmian fasilitas tersebut akan dilakukan dalam kurun satu hingga dua bulan ke depan.
“Insya Allah tidak lama lagi, kemungkinan satu atau dua bulan ke depan, tepatnya dua bulan,” ungkapnya.
Seiring dengan beroperasinya pabrik tersebut, Haji Adi secara terbuka menyatakan akan kembali menggandeng media untuk membantu menyebarluaskan informasi kebutuhan tenaga kerja.
“Nanti setelah Makayasa di Lenteng resmi beroperasi, saya akan minta bantuan panjenengan untuk memberikan informasi di media-media, bahwa Makayasa membutuhkan karyawan sekian,” jelasnya.
Ia berharap, kolaborasi antara pelaku usaha dan media tidak berhenti pada publikasi semata, tetapi mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam membuka akses informasi dan peluang kerja.
“Hal-hal lain mudah-mudahan dengan adanya sinergi kita benar-benar bisa memberikan manfaat dan pencerahan kepada umat,” tuturnya.
Menurut Haji Adi, di tengah dinamika industri rokok yang semakin kompleks, peran media menjadi penting sebagai penyeimbang informasi di tengah berbagai fakta yang berkembang di lapangan.
“Lebih-lebih saat ini tentang dunia industri rokok ini kayak drama Korea, macam-macam fakta di lapangan. Makanya di sini perlu sinergi yang terbaik di antara kita,” pungkasnya.












