Olahraga

Pengusaha Tembakau Madura Haji Khairul Umam All Out Dukung MBG Prabowo

1024
×

Pengusaha Tembakau Madura Haji Khairul Umam All Out Dukung MBG Prabowo

Sebarkan artikel ini
Pengusaha tembakau Madura Haji Khairul Umam (Haji Her) bersama Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno saat membahas dukungan terhadap program MBG dalam podcast Politik Syai’un-Syai’un. (Kutipan: Kliktimes).

KLIKTIMES.ID – Pengusaha tembakau asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Haji Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her, menyatakan sikap all out mendukung program MBG yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Baginya, MBG bukan sekadar kebijakan negara, melainkan ikhtiar sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.

Pernyataan tersebut disampaikan Haji Her saat menjadi narasumber dalam sesi podcast bersama Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, di kanal Politik Syai’un-Syai’un.

“Saya kira program MBG pemerintahan Pak Prabowo ini program yang sangat bagus dan harus didukung penuh,” ujar Haji Her, sebagaimana dikutip pewarta Kliktimes dari podcast tersebut, Minggu (1/3/2026).

Sebagai putra daerah Madura, Haji Her mengaku memiliki panggilan moral untuk terlibat aktif menyukseskan program pemerintah yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Menurutnya, dukungan terhadap kebijakan publik tidak cukup berhenti pada tataran wacana, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata.

“Saya ini orang Madura, merasa terpanggil. Usaha saya banyak, tidak takut rugi. Program ini kan mulia, jadi sejak awal memang sudah ada niat untuk ikut bergabung,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Haji Her mengungkapkan rencananya membangun Dapur MBG di empat kabupaten di Madura. Namun, dalam perjalanannya, muncul tawaran dari Kapolres Bangkalan untuk mengelola Dapur MBG secara kolaboratif dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan sesuai regulasi.

“Waktu itu Kapolres Bangkalan menawarkan untuk bikin Dapur MBG. Saya langsung tanya rinciannya bagaimana, juknisnya seperti apa. Bagi saya, semua harus sesuai aturan,” tuturnya.

Ia juga menyoroti respons publik yang dinilainya beragam. Menurut Haji Her, kalangan menengah ke atas tidak menunjukkan antusiasme besar terhadap program MBG. Sebaliknya, masyarakat menengah ke bawah justru merespons positif karena merasakan manfaatnya secara langsung.

“Yang merespons besar itu masyarakat menengah ke bawah. Mereka benar-benar merasakan dampaknya,” ujarnya.

Meski demikian, Haji Her mengingatkan adanya potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program. Ia menyoroti praktik oknum yang memanfaatkan MBG semata-mata untuk mengejar keuntungan tanpa memperhatikan kualitas layanan.

“Ini yang saya sayangkan. Ada yang menjadikan MBG ladang untung, tapi kualitasnya diabaikan,” kata Haji Her tegas.

Pengusaha yang kerap dijuluki Sultan Madura itu bahkan melontarkan pernyataan keras terhadap pihak-pihak yang menolak program MBG. Menurutnya, MBG merupakan program kemanusiaan yang semestinya didukung secara luas.

“Menurut saya, yang tidak setuju dengan MBG ini harus diperiksa kejiwaannya. Ini program untuk rakyat, untuk kebaikan bersama,” ujarnya lugas.

Lebih lanjut, Haji Her—yang juga tercatat sebagai mitra Yayasan Kemala Bhayangkari—menegaskan keterlibatannya dalam program MBG diniatkan sebagai bentuk pengabdian sosial, bukan untuk kepentingan pribadi.

“Saya ingin memberi contoh. MBG ini harus dikelola dengan benar, bukan sekadar cari untung,” katanya.

Ia juga menilai pengelolaan MBG oleh institusi Polri sebagai salah satu model yang paling dapat dipercaya. Menurutnya, prosedur yang jelas dan tata kelola yang rapi menjadi kunci agar program berjalan amanah.

“Menurut saya, MBG yang paling amanah itu yang dikelola Polri. Saya tahu betul prosedur dan pengelolaannya,” ucapnya.

Sebagai penegasan sikap all out-nya, Haji Her memastikan tidak akan mengambil sepeser pun dari program MBG. Seluruh hasil yang diperoleh, kata dia, akan dialokasikan untuk kepentingan sosial, khususnya pembangunan rumah bagi masyarakat miskin di Bangkalan.

“Saya tidak akan mengambil uang MBG. Hasilnya nanti saya bangunkan rumah untuk masyarakat miskin di Bangkalan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *