Berita

Pengembangan SID Aeng Merah Disorot, Kades Bungkam Saat Ditanya Peruntukan Anggaran Puluhan Juta

117
×

Pengembangan SID Aeng Merah Disorot, Kades Bungkam Saat Ditanya Peruntukan Anggaran Puluhan Juta

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Pengembangan Sistem Informasi Desa (SID) di Desa Aeng Merah, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, terus menjadi sorotan publik. Dua tahun terakhir, pemerintah desa mengucurkan anggaran Dana Desa (DD) yang cukup besar untuk program ini, namun respons dari pihak desa justru minim.

Berdasarkan data yang diperoleh Kliktimes, pada tahun anggaran 2023, Desa Aeng Merah mengalokasikan total Rp 78 juta untuk pengembangan SID, terbagi ke dalam beberapa paket pekerjaan senilai Rp 12 juta, Rp 24 juta, Rp 18 juta, dan Rp 24 juta.

Tahun berikutnya, 2024, SID kembali menjadi prioritas dengan total anggaran Rp 58,8 juta, terbagi menjadi paket senilai Rp 18 juta, Rp 12 juta, Rp 4,8 juta, dan Rp 24 juta. Jika dijumlahkan, total anggaran SID selama dua tahun terakhir mencapai lebih dari Rp 136 juta.

Meski anggaran besar telah digelontorkan, Kepala Desa Aeng Merah, Asnawi, belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh media ini pada Selasa (27/1/2026). Hingga berita ini diterbitkan, Asnawi tetap bungkam dan belum memberikan klarifikasi terkait penggunaan anggaran tersebut.

Aktivis Bumi Sumekar, Faynani, menyoroti transparansi pengelolaan anggaran SID di Desa Aeng Merah, mengingat Kepala Desa Asnawi hingga kini belum memberikan penjelasan resmi.

“Anggaran yang begitu besar untuk SID patut dipertanyakan. Apakah benar-benar digunakan untuk kepentingan warga atau hanya formalitas administrasi?” ujar Faynani, Kamis (29/1/2026).

Lebih lanjut Faynani menekankan pentingnya audit independen untuk memastikan setiap rupiah Dana Desa tersalur sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kita berharap ada pengawasan yang jelas. Jangan sampai anggaran ini hanya menjadi catatan di atas kertas, sementara manfaatnya untuk masyarakat sangat minim. Transparansi dan akuntabilitas harus jadi prioritas, apalagi sistem ini menyangkut akses informasi publik,” harapnya.

Publik kini menunggu langkah nyata dari pemerintah desa, agar pengembangan SID tidak sekadar menjadi proyek anggaran, tetapi benar-benar memberi kemudahan layanan dan informasi bagi warga Desa Aeng Merah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *