SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar kegiatan buka puasa dan silaturahmi bersama alim ulama di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat (27/2/2026).
Acara tersebut dihadiri Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Wakil Bupati, pimpinan DPRD, unsur TNI–Polri, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta organisasi perangkat daerah (OPD). Sejumlah alim ulama dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Turut hadir pula Komandan Kodim 0827 Sumenep, Kapolres Sumenep, Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep, Ketua Pengadilan Negeri Sumenep, Ketua Pengadilan Agama Sumenep, Penjabat Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, Pelaksana Tugas Inspektur Daerah, Kepala Satpol PP, seluruh pimpinan OPD, Sekretaris DPRD serta Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar.
Dalam sambutannya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan bahwa bulan suci Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan momentum penting bagi para pemimpin untuk berhenti sejenak, melakukan evaluasi diri dan menata ulang orientasi kepemimpinan.
“Ramadan mengajarkan kita untuk menahan diri, bukan hanya dari lapar dan dahaga, tetapi juga dari sikap dan keputusan yang berpotensi melukai rasa keadilan masyarakat,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama tersebut tidak dimaknai sebagai seremoni semata melainkan sebagai ikhtiar batin agar setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah selalu dilandasi niat yang bersih serta nilai moral yang kuat.
“Buka puasa bersama ini menjadi pengingat bagi kami semua bahwa setiap keputusan harus dapat dipertanggungjawabkan, tidak hanya secara administratif dan hukum tetapi juga secara etika dan spiritual,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fauzi menekankan pentingnya peran ulama sebagai penuntun moral bagi umara dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, sinergi ulama dan umara merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial serta keberlanjutan pembangunan daerah.
“Tanpa doa dan nasihat ulama, kekuasaan bisa kehilangan arah. Sebaliknya tanpa kebijakan yang adil dan berpihak pada rakyat, doa tidak akan menemukan jalannya. Karena itu, ulama dan umara harus terus berjalan beriringan,” katanya.
Bupati dua periode tersebut berharap momentum Ramadan ini dapat memperkuat solidaritas lintas lembaga sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap jabatan yang diemban para pejabat daerah merupakan amanah besar.
“Jabatan bukan sekadar posisi, melainkan titipan. Dan setiap titipan akan dimintai pertanggungjawaban, tidak hanya oleh rakyat dan hukum, tetapi juga oleh Allah SWT,” pungkasnya.













