Berita

PCNU Sumenep Gelar Konsolidasi Kepengurusan, Tegaskan Komitmen Pengabdian kepada Umat

21
×

PCNU Sumenep Gelar Konsolidasi Kepengurusan, Tegaskan Komitmen Pengabdian kepada Umat

Sebarkan artikel ini
Ketua PCNU Sumenep Kiai Md Widadi Rahim bersama jajaran pengurus saat konsolidasi kepengurusan di Sumenep. Foto/Raya.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menggelar konsolidasi kepengurusan melalui agenda silaturahim dan ta’aruf Pengurus Harian Tanfidziyah bersama jajaran lembaga serta Aswaja Center, Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal penataan internal sekaligus penegasan komitmen pengabdian kepada umat.

Ketua PCNU Sumenep, Kiai Md Widadi Rahim, menegaskan bahwa kepengurusan baru harus mampu menjaga marwah Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah.

Menurutnya, NU memiliki tanggung jawab historis untuk merawat dan menguatkan paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

“Kita terpanggil untuk terus berkhidmah sebagai bentuk terima kasih kepada para muassis yang telah mengatur cara kita beragama sejak kecil,” ujar Kiai Widadi.

Mantan Ketua MWC NU Guluk-Guluk itu mengingatkan lima pilar Aswaja sebagai fondasi gerak organisasi, yakni tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), i’tidal (adil), serta amar ma’ruf nahi munkar. Ia menekankan, nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam kebijakan maupun program kerja.

Menurut Kiai Widadi, NU bukan organisasi yang berorientasi pada keuntungan material. Ia menyebut NU sebagai wadah pengabdian yang menuntut komitmen pelayanan dari setiap pengurus.

“NU bukan lembaga profit. Ini organisasi pengabdian, sehingga pengurus harus siap melayani umat,” tegasnya.

Kiai Widadi juga memaparkan, komposisi kepengurusan saat ini didominasi kader usia produktif, dengan sekitar 80 persen berlatar belakang pendidikan sarjana hingga doktor. Formasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas organisasi dalam menjawab tantangan sosial, pendidikan, dan ekonomi.

“Ini bagian dari ikhtiar agar NU Sumenep mampu bertransformasi dan beradaptasi dengan tantangan zaman,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, PCNU Sumenep turut memaparkan rencana strategis hasil serapan aspirasi warga nahdliyin di berbagai kecamatan. Tiga sektor menjadi prioritas, yakni penguatan ekonomi dan kesejahteraan, pengembangan pendidikan dan pesantren, serta peningkatan layanan kesehatan dan sosial.

Selain itu, PCNU Sumenep menetapkan tujuh pilar khidmah sebagai arah kerja lembaga, meliputi penguatan kelembagaan, peningkatan mutu pendidikan, pengembangan pertanian, penguatan pemikiran keagamaan, bahsul masail perempuan, seni dan kebudayaan, serta pelayanan kesehatan, lingkungan, hukum, dan publik.

Kiai Widadi berharap seluruh lembaga dapat menjalankan mandat secara terukur dan terarah agar program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Setiap lembaga akan bekerja sesuai mandatnya agar khidmah PCNU Sumenep lebih terukur dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” katanya.

Penanggung Jawab Jam’iyah Sholawat APDA Taftijiyah itu juga mengapresiasi seluruh pengurus yang bersedia mengabdikan diri dalam kepengurusan baru. Menurutnya, sinergi dan keikhlasan menjadi kunci dalam memperkuat jam’iyah sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi umat.

“Semoga kepengurusan ini menjadi jalan kebaikan bagi jamiyah dan umat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *