BeritaDaerahNasional

Panen Perdana! Warga Pakisaji Berhasil Tanam Melon di Pekarangan Berkat Pendampingan Universitas Brawijaya

96
×

Panen Perdana! Warga Pakisaji Berhasil Tanam Melon di Pekarangan Berkat Pendampingan Universitas Brawijaya

Sebarkan artikel ini
Tim Universitas Brawijaya bersama warga Desa Pakisaji berpose di greenhouse saat panen perdana melon hasil program Doktor Mengabdi. Foto/Klik Times.

MALANG | KLIKTIMES.ID – Suasana semarak mewarnai pekarangan rumah warga di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Untuk pertama kalinya, warga berhasil memanen buah melon berkualitas pasar modern langsung dari lahan rumah mereka sendiri.

Panen perdana ini merupakan hasil pendampingan Program Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya (UB) melalui pengembangan Home Garden berbasis greenhouse. Program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha rumah tangga di desa.

Program ini digawangi oleh Dr. Rahcman Hartono, SP., MP. dari Fakultas Pertanian UB, bersama tim lintas disiplin yang melibatkan Moh. Shadiqur Rahman, S.Pi., M.P., Ph.D. (Fakultas Pertanian), Dr. Jaisy Aghniarahim Putritamara, S.Pt., MP. (Fakultas Peternakan), dan Lintang Edityastono, S.AB., M.AB. (Fakultas Vokasi).

Mereka membimbing warga untuk mengubah lahan pekarangan yang sebelumnya tidak produktif menjadi greenhouse mini yang mampu menghasilkan komoditas bernilai ekonomi tinggi.

“Panen ini bukti bahwa rumah tangga desa bisa mandiri pangan sekaligus mandiri ekonomi. Kami tidak hanya membangun greenhouse, tapi juga membangun kemandirian keluarga,” ujar Dr. Rahcman Hartono.

Keberhasilan panen melon ini menjadi tonggak penting bagi warga Pakisaji. Pasalnya, budidaya melon selama ini identik dengan lahan luas dan modal besar. Namun, warga justru membuktikan bahwa dengan sistem greenhouse sederhana, hasilnya tetap bisa maksimal.

Warga dapat mengendalikan hama, menjaga kualitas buah, sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman.

Salah satu pemuda desa, Gilang, mengaku bangga bisa terlibat sejak awal pembangunan greenhouse hingga panen.

“Awalnya banyak yang ragu melon bisa tumbuh di kampung kami. Tapi sekarang banyak yang tertarik ikut menanam. Ini bukan cuma soal bertani, tapi soal semangat bergerak,” ujarnya.

Program ini juga didukung oleh masyarakat melalui Kartasedupa (Kelompok Lingkungan Hidup dan Kelestarian Alam). Wakil Ketua Kartasedupa, Hariono, menilai panen perdana ini adalah awal dari gerakan pertanian rumah tangga di Pakisaji.

“Model home garden ini praktis, mudah dipelajari, dan tidak butuh modal besar. Kalau dikembangkan serius, Pakisaji bisa jadi sentra melon rumahan,” ungkap Hariono.

Selain fokus pada produksi, tim UB juga memberikan edukasi terkait pola konsumsi sehat dan ketahanan pangan keluarga.

“Kegiatan ini bukan sekadar mengejar keuntungan ekonomi. Kami ingin keluarga desa terbiasa makan hasil tanam sendiri. Lebih sehat, mandiri, dan bermartabat,” jelas Dr. Jaisy Aghniarahim Putritamara.

Sementara itu, Lintang Edityastono menambahkan, model pertanian pekarangan seperti ini berpotensi menjadi usaha mikro berbasis desa.

“Kalau dikelola dengan baik, ini bisa jadi unit usaha rumahan. Kami bahkan sudah mulai melatih warga membuat perhitungan usaha sederhana agar bisa menjual hasil panen dengan harga kompetitif,” ujarnya.

Program ini juga melibatkan lima mahasiswa KKN Universitas Brawijaya yang membantu warga dalam edukasi teknis, pencatatan produksi hingga literasi agribisnis.

Ke depan, tim UB menargetkan terbentuknya kelompok tani rumah tangga di Desa Pakisaji yang mampu memproduksi melon secara mandiri dan berkelanjutan. Dua siklus tanam berikutnya akan terus dilakukan untuk menjaga kesinambungan produksi.

Panen perdana ini sekaligus menegaskan posisi Desa Pakisaji sebagai salah satu desa binaan UB yang sukses menerapkan ilmu pengetahuan secara nyata di tengah masyarakat.

Program Doktor Mengabdi UB membuktikan bahwa ketahanan pangan tidak harus dimulai dari lahan luas, cukup dari pekarangan rumah, dengan modal sederhana, kerja sama dan kemauan untuk belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *