SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim dan dhuafa, Rabu (31/12/2025).
Kegiatan yang dipusatkan di Dusun Tanodung Laok, Desa Guluk-Guluk ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari jadi LAZISNU ke 21. Sejumlah anak yatim dan dhuafa hadir menerima santunan yang disertai doa bersama, sebagai wujud khidmah sosial LAZISNU dalam membersamai umat.
Ketua LAZISNU Guluk-Guluk, Moh. Judi, mengatakan bahwa kegiatan santunan ini merupakan bagian dari komitmen LAZISNU dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.
“Momentum hari jadi LAZISNU kami jadikan sebagai pengingat bahwa amanah zakat, infak dan sedekah harus kembali kepada umat. Anak yatim dan dhuafa menjadi prioritas kami, karena di sanalah nilai keadilan sosial benar-benar diuji,” ujar Judi.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan ikhtiar berkelanjutan dalam membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Semakin besar kepercayaan yang diberikan, semakin luas pula manfaat yang dapat kami salurkan kepada masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu pula, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Guluk-Guluk, K. Wasim MH, mengapresiasi kegiatan santunan yang digelar LAZISNU. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan peran NU yang hadir secara nyata di tengah persoalan umat.
“LAZISNU bukan hanya mengumpulkan dana umat, tetapi juga menyalurkan harapan. Santunan ini menjadi bukti bahwa NU tidak berjarak dengan problem sosial yang dihadapi masyarakat,” kata K. Wasim dalam sambutannya.
Lebih lanjut, K. Wasim menegaskan bahwa gerakan sosial seperti ini perlu terus dirawat dan diperkuat karena sejalan dengan nilai dasar Nahdlatul Ulama, yakni khidmah dan keberpihakan kepada kaum lemah. Keberadaan LAZISNU, lanjutnya, menjadi jembatan antara kepedulian jamaah dan kebutuhan riil masyarakat.
“LAZISNU hadir sebagai penghubung antara niat baik warga NU dan realitas di lapangan. Di sinilah zakat, infak, dan sedekah tidak berhenti sebagai kewajiban ibadah, tetapi menjelma menjadi solusi sosial yang nyata,” ujarnya.
Alumnus Pondok Pesantren Annuqayah itu berharap sinergi antara MWC NU, LAZISNU serta seluruh badan otonom NU di Kecamatan Guluk-Guluk terus diperkuat.
Ia optimistis, kolaborasi yang solid akan menjadikan NU sebagai rumah besar yang meneduhkan dan mampu menyejahterakan umat secara berkelanjutan.
“Jika semua elemen bergerak bersama, NU akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tukasnya.













