JAKARTA | KLIKTIMES.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan terus menjaga daya beli masyarakat usai Lebaran 2026. Hal ini disampaikan di tengah masih adanya tekanan yang dirasakan pelaku usaha kecil, khususnya di sektor perdagangan tradisional.
Purbaya menyampaikan hal tersebut usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tanah Abang, Sabtu (21/3/2026). Dari hasil pemantauan, aktivitas ekonomi menjelang Idulfitri dinilai masih cukup baik.
“Kalau saya lihat situasinya ramai seperti itu, jadi daya beli masih cukup,” ujar Purbaya.
Ia menilai tingginya aktivitas transaksi menunjukkan konsumsi masyarakat masih terjaga. Bahkan, produk dalam negeri disebut tetap diminati karena mampu bersaing dari sisi harga maupun kualitas.
“Ini buatan domestik, bagus bajunya. Yang beli juga banyak, ramai. Harganya juga sama, ramai yang beli,” katanya.
Meski demikian, Purbaya mengakui masih ada sejumlah persoalan yang dihadapi pedagang. Salah satunya adalah beban utang yang belum sepenuhnya pulih sejak pandemi COVID-19.
Ia menjelaskan, banyak pelaku usaha kecil mengalami penurunan usaha selama pandemi, sehingga harus melakukan restrukturisasi pinjaman. Namun, sebagian di antaranya masih terbebani bunga yang dinilai cukup tinggi.
“Ada yang bilang tiap bulan bayarannya besar, jadi dia minta bantuan,” ujarnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, pemerintah tengah mengkaji skema restrukturisasi lanjutan melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Opsi yang dipertimbangkan antara lain perpanjangan tenor pinjaman serta penurunan suku bunga.
“Saya lagi mikir bisa nggak PIP restrukturisasi, utang mereka dengan bunga yang lebih panjang, yang lebih rendah,” kata Purbaya.
Ia menambahkan, pembahasan awal dengan PIP telah dilakukan. Pemerintah juga akan kembali turun ke lapangan untuk memastikan skema tersebut tepat sasaran dan benar-benar membantu pedagang yang membutuhkan.













