BeritaDaerah

Memasuki Tahun Kedua, SPPG Guluk-guluk Abaikan Arahan BGN, Distribusi Molor dan Menu Dirangkap

3866
×

Memasuki Tahun Kedua, SPPG Guluk-guluk Abaikan Arahan BGN, Distribusi Molor dan Menu Dirangkap

Sebarkan artikel ini
Menu MBG hari ini, Sabtu (10/1/2026), berupa Nanas, Susu, Roti, dan Telur, merupakan gabungan paket yang seharusnya dibagikan terpisah pada Kamis (8/1/2026) dan Sabtu. Foto/zi.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Memasuki tahun kedua perjalanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Gizi Nasional (BGN) semakin menekankan pentingnya kehati-hatian dalam penyusunan menu yang disajikan kepada penerima manfaat.

Dalam arahan resmi, BGN menetapkan tanggal 2, 3 serta 5 hingga 7 Januari 2026 sebagai masa persiapan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Persiapan intensif ini mencakup kemampuan operasional dapur, sistem distribusi, kesiapan sumber daya manusia hingga penguatan standar keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat.

Namun, arahan tersebut rupanya diabaikan oleh SPPG Guluk-guluk yang dikelola Yayasan Dakwa Sosial Bani Ishak.

Seorang guru dari salah satu lembaga yang enggan disebutkan namanya menuturkan kekesalannya atas keterlambatan distribusi MBG. Menurutnya, seharusnya paket gizi dibagikan secara serentak pada 8 Januari 2026, namun baru sampai di lembaganya dua hari kemudian.

“Allah karim, MBG baru dapat tanggal 10 Januari. Ada apa gerangan?” ujarnya kepada Kliktimes, Sabtu (10/1/2026).

Selain keterlambatan, guru tersebut mengungkapkan adanya penyesuaian dalam penyampaian menu MBG. Paket yang diterima hari ini ternyata merupakan rangkapan dari menu yang semestinya dibagikan pada hari Kamis, 8 Januari 2026.

“Ini menunya sama dengan yang hari Kamis,” bebernya, menirukan distributor MBG ke lembaga.

Tak hanya soal keterlambatan dan rangkapan menu, guru tersebut juga menyayangkan aturan aneh dari pihak distributor. Wadah atau goodie bag yang digunakan untuk menampung menu hari ini justru diminta untuk dikembalikan ke SPPG, menimbulkan kebingungan di kalangan lembaga penerima.

“Wadahnya, atau goodie bag-nya, diminta dikembalikan,” ungkapnya.

Diketahui, menu MBG yang diterima hari ini, Sabtu (10/1/2026), merupakan gabungan dari paket yang seharusnya dibagikan pada Kamis (8/1/2026). Menu tersebut terdiri dari Roti, Susu, Nanas dan Telur yang seharusnya diserahkan secara terpisah sesuai jadwal BGN.

Menanggapi hal tersebut, Faynani, aktivis Bumi Sumekar, menyoroti ketidakteraturan distribusi MBG yang terjadi di SPPG Guluk-guluk. Menurutnya, keterlambatan dan penggabungan menu yang seharusnya dibagikan terpisah jelas berdampak pada kelancaran program.

“Ini kan program nasional yang menyasar gizi anak-anak. Kalau distribusinya molor dan menumpuk seperti ini, dampaknya bisa langsung terasa bagi kesehatan mereka,” ujar Faynani.

Lebih lanjut, ia menilai kelalaian SPPG Guluk-guluk menunjukkan kurangnya disiplin dalam menjalankan arahan resmi dari BGN. Kepatuhan terhadap jadwal dan prosedur distribusi sangat penting agar program MBG berjalan efektif.

“Arahan BGN sudah jelas, ada jadwal persiapan dan distribusi yang terencana. Menyederhanakan atau merangkap menu bukan solusi, tapi justru mengabaikan standar yang ditetapkan,” tegasnya.

Kendati demikian, Faynani memastikan pihaknya akan terus memantau kinerja SPPG Guluk-guluk secara khusus. Sementara itu, seluruh SPPG lainnya di wilayah Kecamatan Guluk-guluk juga akan menjadi perhatian untuk memastikan program MBG berjalan sesuai arahan BGN.

“Kami akan terus memantau kinerja SPPG Guluk-guluk secara khusus, sekaligus SPPG lain secara umum termasuk yang ada di Pordapor, Karangsokon maupun yang masih dalam tahap persiapan di Kadibas Guluk-guluk,” tegas Faynani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *