BeritaNasional

Menag Luncurkan E-Learning ASN Berintegritas, Dorong Budaya Antikorupsi di Kemenag

3776
×

Menag Luncurkan E-Learning ASN Berintegritas, Dorong Budaya Antikorupsi di Kemenag

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan sambutan saat peluncuran program E-Learning ASN Berintegritas di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat. Foto/Serikat.

JAKARTA | KLIKTIMES.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya aparatur sipil negara (ASN) yang berintegritas dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, integritas ASN tidak hanya terkait kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menyangkut komitmen moral untuk bekerja secara jujur, bertanggung jawab, serta bebas dari konflik kepentingan.

Hal tersebut disampaikan Nasaruddin saat peluncuran program E-Learning ASN Berintegritas di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Agama dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai upaya memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan kementerian.

“ASN berintegritas harus mampu menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun kelompok, serta mampu menolak dan mencegah berbagai praktik korupsi seperti gratifikasi, penyalahgunaan wewenang, dan nepotisme,” ujar Nasaruddin.

Ia menambahkan, integritas juga merupakan nilai moral yang selaras dengan ajaran agama. Karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran, pemahaman, serta kompetensi individu ASN agar mampu menghadapi berbagai situasi yang berpotensi menimbulkan penyimpangan.

Menurut Nasaruddin, dengan jumlah ASN Kementerian Agama yang mencapai sekitar 354.508 orang, tanggung jawab yang diemban tidak hanya sebagai aparatur negara, tetapi juga sebagai representasi nilai-nilai keagamaan yang menekankan kejujuran, amanah, dan tanggung jawab.

“Dengan jumlah ASN Kemenag yang mencapai sekitar 354.508 orang, kita memikul tanggung jawab ganda sebagai aparatur negara sekaligus representasi nilai-nilai keagamaan yang menekankan kejujuran, amanah, dan tanggung jawab,” katanya.

Menag juga mengapresiasi program E-Learning ASN Berintegritas yang menargetkan 42.000 peserta. Ia menilai program tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya integritas di lingkungan Kementerian Agama.

“Pemberantasan korupsi tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga melalui pendidikan integritas yang berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, Nasaruddin mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk menjadikan momentum bulan Ramadan sebagai waktu memperkuat komitmen menjaga integritas dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.

“Dengan integritas yang kuat, maka kita dapat menjaga kehormatan institusi, meningkatkan kepercayaan publik, serta mewujudkan birokrasi Kementerian Agama yang profesional, bersih, dan berakhlak,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *