SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Rapat Anggota Komisariat (RAK) ke-XX Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumenep Komisariat Lancaran resmi menetapkan nahkoda baru. Khairul Kayyis terpilih secara aklamasi sebagai Formatur Ketua Umum HMI Komisariat Lancaran periode 2026-2027.
Pemilihan berlangsung di aula Lembaga Pendidikan Islam Nurul Jadid, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Kamis (12/2/2026). Tanpa calon tandingan, Kayyis pun otomatis ditetapkan sebagai formatur Ketua Umum HMI Komisariat Lancaran.
Dalam kesempatan itu, Kayyis memaparkan visi dan konsep kepemimpinannya. Ia menegaskan akan membangun kepengurusan HMI Komisariat Lancaran yang adaptif, responsif, dan transformatif, siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan akar keislaman dan nilai kebangsaan.
“Untuk pola kepengurusan HMI Komisariat Lancaran, saya menekankan pembentukan pemimpin transformatif dan adaptif. Kita harus mampu menjawab tantangan zaman, sambil tetap menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang menjadi pondasi kita,” ujarnya.
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab itu menambahkan, kepemimpinan yang efektif lahir dari keyakinan yang benar, kebiasaan yang benar, dan kultur organisasi yang sehat.
“Insan cita ada pada tubuh HMI. Kita perlu menempanya dan menumbuhkembangkannya. Apa yang tertuang dalam kebijakan umum harus kita hidupi. Kultur HMI Komisariat Lancaran perlu direvitalisasi, tetapi tetap sejalan dengan haluan HMI,” tegasnya.
Lebih jauh, Kayyis menekankan bahwa kepengurusan yang dipimpinnya akan menjadi inkubator kader-kader berkarakter, berlandaskan nilai keislaman dan keindonesiaan.
“Kita ingin mencetak kader yang tidak hanya militan secara organisasi, tetapi juga visioner dan bertanggung jawab. Sesuai AD Pasal 4, kita membentuk insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam. Kader HMI harus menjadi representasi nyata peran HMI sebagai organisasi perjuangan, untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah Subhanahu Wata’ala,” paparnya.
Tak kalah penting, Kayyis menekankan pemberdayaan kader sebagai fokus utama kepemimpinannya.
“Kita harus menyiapkan ruang bagi kader untuk berinovasi, belajar, dan mengaktualisasikan diri. Seorang pemimpin sejati bukan hanya memberi arahan, tetapi memastikan setiap kader berkembang sesuai potensi terbaiknya,” tutupnya.













