Berita

Melalui Program Sergab, Perum Bulog Kancab Madura Serap Ratusan Ton Gabah di Sumenep

902
×

Melalui Program Sergab, Perum Bulog Kancab Madura Serap Ratusan Ton Gabah di Sumenep

Sebarkan artikel ini
Petugas Bulog Kancab Madura bersama BPP setempat membeli gabah dari petani di Sumenep. Foto/Kliktimes.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Perum Bulog Kantor Cabang Madura (Kancab) terus memperkuat penyerapan gabah dari petani lokal di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Hingga Kamis (12/3/2026), serapan gabah tercatat hampir 250 ton, tersebar di berbagai kecamatan di kabupaten tersebut.

Wakil Pemimpin Bulog Kancab Madura, Muhammad Zaenal Muttaqin, mengatakan penyerapan gabah dilakukan secara bertahap dan menyeluruh. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk memastikan harga gabah di tingkat petani tetap stabil.

“Iya mas, se-Kabupaten Sumenep. Sampai hari ini sudah hampir 250 ton. Ini hasil kerja sama dengan petani di seluruh kecamatan. Kita ingin mereka tidak rugi, harga tetap terjaga, dan gabahnya terserap dengan baik,” ujar Zaenal kepada Kliktimes.

Zaenal menambahkan, gabah dibeli Bulog dengan harga Rp 6.500 per kilogram, dengan kualitas apa pun (any quality) dan siap angkut di pinggir jalan atau lahan petani.

“Kalau gabah sudah siap angkut di pinggir jalan, angkutan kami bisa langsung ambil ke lokasi. Kemudian gabah akan diproses di sarana penggilingan dan pengeringan (renanan) Bulog Kancab Madura untuk diolah menjadi beras,” jelasnya.

Menurut Zaenal, penyerapan gabah melalui Program Sergab menunjukkan tren positif, baik dari sisi partisipasi petani maupun kesiapan Bulog.

“Ini menandakan petani mulai aktif ikut program, dan Bulog benar-benar siap menyerap produksi lokal. Ini bagus untuk stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Madura,” tuturnya.

Zaenal menegaskan, Bulog Kancab Madura terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai PPL, dinas terkait, kepolisian, TNI, hingga pihak lain.

“Semua kita ajak berkolaborasi, agar program swasembada pangan bisa berjalan maksimal. Petani tenang, harga terjaga, dan stok pangan aman,” imbuhnya.

Lebih jauh, Zaenal menekankan bahwa kegiatan serap gabah ini bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas gabah.

“Kita juga perhatikan kualitas gabah. Hasil yang baik, distribusi lancar, dan harga stabil, itu yang kita kejar. Petani senang, pemerintah terbantu, masyarakat pun aman,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, mengapresiasi langkah Bulog Kancab Madura menyerap gabah petani lokal. Ia menilai program ini memberi kepastian ekonomi bagi para petani di Sumenep.

Menurut Chainur, serapan gabah Bulog tidak hanya menjaga harga petani, tetapi juga menjadi indikator positif bagi ketahanan pangan dan terciptanya pasar yang sehat serta terkontrol.

“Langkah Bulog dalam menyerap gabah petani lokal sangat kami dukung. Program ini membantu memastikan petani mendapatkan harga yang layak sehingga produksi mereka tetap berjalan dengan optimal,” ujar Chainur.

Chainur menambahkan, program ini menjadi bukti sinergi efektif antara pemerintah daerah, Bulog, dan petani, sehingga ketahanan pangan di Sumenep terjaga dan petani bisa merencanakan produksi dengan lebih tenang.

“Dengan kerja sama yang baik ini, ketahanan pangan di Sumenep lebih terjaga, dan petani bisa merencanakan produksi mereka dengan lebih tenang tanpa khawatir harga gabah jatuh,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *