Berita

Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Gelar KKN Jarak Jauh, Hidupkan Aktivitas Keagamaan dan Lingkungan di Desa Bragung

88
×

Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Gelar KKN Jarak Jauh, Hidupkan Aktivitas Keagamaan dan Lingkungan di Desa Bragung

Sebarkan artikel ini
Khalili Zain saat memimpin Kajian Fiqih Jenazah bersama jamaah di salah satu masjid Desa Bragung. Foto/Klik Times.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tak selalu harus dilakukan dengan berkumpul di satu lokasi. Hal itu dibuktikan oleh Khalili Zain, mahasiswa semester 7 Program PJJ PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang menjalankan KKN Jarak Jauh dengan sentuhan kegiatan keagamaan dan penguatan nilai sosial di kampung halamannya, Desa Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep.

Kegiatan pengabdian yang berlangsung sepanjang Oktober hingga Desember itu ia fokuskan di sejumlah masjid di desanya. Alih-alih sekadar menjalankan formalitas akademik, Khalili menyiapkan model kegiatan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat: religius, edukatif, sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan.

Hidupkan Kajian Fiqih Jenazah di Masjid Desa

Salah satu kegiatan yang paling mendapat perhatian jamaah adalah Kajian Fiqih Jenazah. Khalili mengajak masyarakat memahami kembali tata cara menangani jenazah secara benar, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga salat jenazah.

“Kajian seperti ini sering dianggap sudah biasa, padahal banyak detail yang tidak lagi diingat masyarakat. Kami mencoba menghidupkannya kembali,” ujar Khalili saat diwawancarai Klik Times, Kamis (11/12/2025).

Seminar Peduli Lingkungan, Warga Diajak Lebih Peka

Tak hanya fokus pada kajian keagamaan, Khalili juga menggelar Seminar Peduli Lingkungan. Kegiatan ini mengajak warga melihat persoalan sampah dari sudut pandang agama dan sosial. Pesan utamanya sederhana: menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah yang tak boleh disepelekan.

Baksos di Astah Bhuju’

Kegiatan lain yang tak kalah menarik adalah bakti sosial di pemakaman Astah Bhuju’ Lengkong, Desa Bragung. Bersama santri dan pemuda Ansor, Khalili membersihkan area makam, merapikan ranting, hingga menata ulang beberapa jalur peziarah.

“Pemakaman sering terlupakan, padahal itu ruang publik yang harus di rawat dan dijaga bersama,” katanya.

Momen Hari Santri Jadi Ajang Edukasi

Sebagai penutup rangkaian pengabdian, Khalili turut menginisiasi kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional. Ia mengajak para remaja masjid untuk mengenang peran santri dalam perjalanan bangsa, sekaligus meningkatkan semangat belajar agama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *