Berita

Lampaui Tahun, Dugaan Perselingkuhan Pegawai Puskesmas Waru Masih Jadi Perbincangan

2427
×

Lampaui Tahun, Dugaan Perselingkuhan Pegawai Puskesmas Waru Masih Jadi Perbincangan

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi.

PAMEKASAN | KLIKTIMES. ID – Isu dugaan perselingkuhan yang melibatkan aparatur Puskesmas Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, masih menyita perhatian publik.

Meski kabar ini sudah melampaui tahun, cerita di balik hubungan terlarang tersebut seolah tak pernah redup dari perbincangan. Dua pegawai yang menjadi pusat kabar hangat itu adalah ASN berinisial Y, Kepala Unit Gawat Darurat (UGD), dan H, seorang bidan di Puskesmas Waru.

Dugaan perselingkuhan ini ramai dibicarakan karena menyangkut ASN yang seharusnya menjadi teladan di sektor layanan kesehatan. Hubungan di luar batas profesional itu dinilai menyentuh ranah etika dan integritas, sehingga menarik sorotan dari rekan kerja maupun masyarakat sekitar.

Informasi yang beredar menyebutkan, hubungan tidak wajar ini memantik bisik-bisik hangat, bukan hanya di kantor, tetapi juga di kalangan warga sekitar. Sejumlah sumber menyebutkan, kabar ini bukan hal baru. Kedekatan keduanya sudah lama menjadi bahan pembicaraan dan disebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi pegawai lain.

“Sudah banyak yang tahu,” ujar seorang narasumber yang enggan disebut identitasnya kepada Kliktimes, Rabu (10/1/2026).

Menurutnya, isu ini sudah seperti rahasia umum. Namun, sebagian pegawai memilih untuk diam, takut terjebak dalam pusaran gosip yang bisa merusak reputasi mereka sendiri.

“Kasusnya sudah santer, tapi pegawai takut bicara. Banyak yang merasa risih dengan sikap mereka,” tambahnya.

Narasumber itu menyoroti dampak sosial dari hubungan yang dianggap “terlarang” tersebut. Ia menyebut, kehadiran kisah asmara di ruang kerja bisa mengganggu kenyamanan dan menimbulkan rasa tidak percaya di antara rekan sejawat.

“Ini bukan sekadar urusan pribadi. Kalau sampai diketahui banyak orang, bisa memengaruhi koordinasi tim dan menurunkan profesionalisme unit pelayanan,” kata sumber tersebut.

Ia menambahkan, perilaku seperti ini juga bisa menjadi contoh buruk bagi staf lain terutama pegawai baru atau yang sedang magang.

“Lingkungan kerja yang kondusif itu penting. Jika ada perilaku seperti ini, tentu memicu keresahan di kalangan pegawai,” ujarnya.

Sumber itu pun mengingatkan, setiap pegawai ASN seharusnya mampu menjaga batasan antara urusan pribadi dan profesional.

“Sikap dan perilaku di tempat kerja harus selalu dijaga. Jangan sampai urusan hati merugikan institusi maupun rekan kerja,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pewarta Kliktimes masih berupaya mengonfirmasi Kepala Puskesmas Waru terkait dugaan perselingkuhan bawahannya yang tengah menjadi perbincangan masyarakat, mengingat akses untuk memperoleh informasi masih terbatas.

Namun begitu, pewarta Kliktimes akan terus menelusuri dugaan perselingkuhan ini dan berupaya mengungkap fakta yang lebih menukik terkait perilaku amoral yang diduga dilakukan dua oknum ASN tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *