Berita

Khataman Al-Qur’an di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Tradisi Enam Tahun yang Konsisten

17
×

Khataman Al-Qur’an di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Tradisi Enam Tahun yang Konsisten

Sebarkan artikel ini
Peserta tadarus berfoto bersama usai khataman Al-Qur’an di Pendopo Agung Keraton Sumenep. Foto/Yat.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Tradisi khataman Al-Qur’an di Pendopo Agung Keraton Sumenep kini memasuki tahun keenam. Tadarus mingguan ini digelar tidak hanya saat Ramadan, tetapi juga sepanjang tahun, menjadi momen bagi jamaah untuk memperkuat spiritual sekaligus mempererat kebersamaan.

Para peserta tadarus yang terdiri dari OPD, tokoh agama dan masyarakat sekitar tersebut memanfaatkan Pendopo Agung sebagai tempat berkumpul, membaca Al-Qur’an, dan berdiskusi mengenai nilai-nilai keagamaan.

“Ini bukan sekadar membaca Al-Qur’an, tapi juga membangun ukhuwah dan mempererat persaudaraan antarjamaah,” kata salah seorang peserta.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi kegiatan tersebut. Menurutnya, tradisi tadarus di Pendopo Agung menjadi contoh positif dan bagian dari identitas keagamaan masyarakat Sumenep.

“Saya mengapresiasi penuh konsistensi jamaah yang setiap minggu melaksanakan tadarus di Pendopo Agung. Kegiatan ini membuktikan bahwa tradisi keagamaan dapat berjalan konsisten dan menjadi bagian dari identitas Sumenep,” ujar Bupati Fauzi, Kamis (12/3/2026).

Bupati Fauzi menambahkan, kegiatan khataman Al-Qur’an penting untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kitab suci sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda.

“Khataman Al-Qur’an bukan hanya ritual, tetapi juga pendidikan karakter. Anak-anak dan remaja dapat melihat langsung bagaimana nilai keagamaan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi ini penting agar nilai-nilai luhur tetap terjaga,” jelasnya.

Selain itu, Bupati Fauzi menegaskan pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan keagamaan yang positif.

“Kami berkomitmen menyediakan fasilitas, dukungan, dan ruang agar masyarakat bisa mengekspresikan kegiatan keagamaan dengan nyaman. Pendopo Agung bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga simbol kebersamaan dan spiritual masyarakat Sumenep,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *