Berita

Ketua KI Jatim Tancap Gas Usai Pleno, Langsung Gandeng PWI-SMSI Perkuat Keterbukaan Informasi

55
×

Ketua KI Jatim Tancap Gas Usai Pleno, Langsung Gandeng PWI-SMSI Perkuat Keterbukaan Informasi

Sebarkan artikel ini
Ketua SMSI Jatim Sokip (kiri), Ketua KI Jatim A. Nur Aminuddin (tengah), dan Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim (kanan) saat pertemuan silaturahmi dan penguatan kolaborasi keterbukaan informasi di Surabaya. Foto/Klik Times.

SURABAYA | KLIKTIMES.ID – Sehari setelah penyegaran internal lewat pleno komisioner, Ketua Komisi Informasi (KI) Jawa Timur A. Nur Aminuddin langsung tancap gas.

Pada Kamis (4/12/2025), Amin memulai langkah strategis dengan menyambangi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim untuk memperkuat kolaborasi keterbukaan informasi publik.

Kedatangan Amin disambut langsung Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim dan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jatim, Sokip. Pertemuan ini menjadi sinyal awal arah baru KI Jatim yang lebih terbuka dan kolaboratif dengan insan pers.

“Komunikasi dan kolaborasi pentahelix akan terus kami perkuat. Pemerintah, media, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat harus bergerak bersama membangun Jawa Timur yang transparan dan partisipatif,” kata Amin.

Menurut Amin, KI Jatim tak bisa bekerja sendiri dalam mengawal pelaksanaan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Peran media, lanjut dia, sangat krusial sebagai penghubung antara badan publik dan masyarakat.

“Kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak, termasuk PWI dan SMSI,” ujarnya.

Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim menyambut positif langkah cepat yang ditempuh KI Jatim. Ia menilai keterbukaan informasi dan pers merupakan dua pilar penting dalam demokrasi.

“Selamat kepada Pak Amin yang melanjutkan estafet kepemimpinan. Kami siap berkolaborasi. Keterbukaan informasi adalah fondasi utama demokrasi,” ujar Lutfil.

Di hari yang sama, Amin juga bersilaturahmi dengan Ketua SMSI Jatim Sokip. Pertemuan itu menegaskan komitmen bersama untuk mendorong ekosistem informasi yang sehat di tengah derasnya arus disrupsi digital.

“Sinergi ini penting untuk meningkatkan literasi keterbukaan informasi sekaligus membangun budaya transparansi di badan publik,” kata Sokip.

Ke depan, KI Jatim menyiapkan sejumlah program kolaboratif, mulai dari pelatihan keterbukaan informasi, asistensi badan publik hingga tingkat desa, hingga diseminasi edukasi ke masyarakat.

“Target kami jelas, keterbukaan informasi harus menjadi kebutuhan bersama untuk memperkuat kepercayaan publik, yang muaranya pada kesejahteraan rakyat,” pungkas Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *