SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Menjelang kosongnya kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, publik dikejutkan dengan munculnya nama Akh Raisul Kawim sebagai kandidat kuat Pelaksana Tugas (Plt) Sekda. Padahal, selama ini jabatan Sekda identik ditempati oleh pejabat senior yang sudah lama menduduki pucuk pimpinan OPD.
Kawim, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), justru lebih dikenal publik sebagai penggagas Blankon Café, ruang aspirasi pemuda yang sempat menyedot perhatian kalangan muda di Kota Sumenep. Kehadirannya dalam bursa Plt Sekda sontak dianggap sebagai sebuah “kejutan” yang tak banyak diprediksi sebelumnya.
Saat dikonfirmasi terkait isu tersebut, Kawim merespons dengan nada tenang namun tegas. Ia tak menampik apabila benar dirinya menjadi pilihan Bupati untuk menduduki kursi strategis tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya selalu siap mengemban amanah jika memang itu perintah Bupati,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).
Pernyataan Kawim tersebut kian memperkuat spekulasi yang berkembang. Seorang pejabat Pemkab Sumenep bahkan menilai, rekam jejak Kawim yang relatif bersih serta kedekatannya dengan kalangan pemuda menjadi modal penting di tengah birokrasi yang tengah dituntut transparan dan terbuka.
“Pak Kawim punya integritas tinggi dan dekat dengan masyarakat. Itu nilai plus yang tidak semua pejabat punya,” ungkap pejabat itu.
Meski nama Kawim menguat, dinamika di internal Pemkab tetap menyisakan sejumlah nama lain. Dua pejabat senior juga disebut masuk radar Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, yakni Agus Dwi Saputra, Kepala Dinas Pendidikan yang dikenal disiplin, serta Chainur Rasyid, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yang berpengalaman panjang dalam birokrasi.
Seorang pejabat lain menyebut, ketiga figur ini masing-masing punya kekuatan. “Pak Agus terbukti disiplin di dunia pendidikan, sementara Pak Chainur punya pengalaman panjang di birokrasi. Jadi, peluang mereka sama-sama besar. Semua tergantung keputusan Bupati,” tambahnya.
Kini, masyarakat Sumenep hanya bisa menunggu langkah politik Bupati. Publik penasaran apakah pilihan akan jatuh pada Kawim yang dikenal inovatif dan dekat dengan kalangan muda, Agus yang berpengalaman membenahi pendidikan, atau Chainur yang memiliki rekam jejak panjang di birokrasi.
Yang jelas, kursi Sekda bukan sekadar jabatan administratif. Posisi ini ibarat jantung mesin pemerintahan, motor penggerak birokrasi, sekaligus penentu ritme pelayanan publik. Karena itu, siapa pun yang ditunjuk nantinya akan sangat menentukan arah kebijakan pemerintahan daerah ke depan.