BeritaDaerahNasional

Kasus Cahaya Pro di Madura Jadi Alarm, Menkeu Diminta Jangan Hanya Omon-Omon

127
×

Kasus Cahaya Pro di Madura Jadi Alarm, Menkeu Diminta Jangan Hanya Omon-Omon

Sebarkan artikel ini
Screenshot komentar netizen di akun tiktok Klik Times.

JAKARTA | KLIKTIMES.ID – Sorotan publik terhadap dugaan pelanggaran pita cukai rokok bermerek “Cahaya Pro” di Madura terus bergulir. Dalam unggahan akun Tiktok Klik Times berjudul “Kasus Cahaya Pro di Madura Jadi Alarm, Menkeu Fokus Bersihkan Jawa Timur dari Rokok Ilegal”, warganet ramai melontarkan komentar keras. Salah satunya datang dari akun @mozabir yang menegaskan, “Jangan cuma omon-omon, langsung action saja.”

Komentar publik ini seolah mewakili kegelisahan masyarakat yang menilai pemerintah kerap lantang di podium, tetapi lemah dalam aksi nyata di lapangan. Kasus “Cahaya Pro” yang diduga salah tempel pita cukai justru semakin marak beredar di warung-warung kecil di Sumenep dan Pamekasan. Alih-alih meredup, rokok ilegal tersebut kian menjamur, sementara aparat bea cukai dianggap abai.

Ketua Gerakan Pemuda Republik (GPR), Firdaus Muza, juga memberikan dukungan penuh terhadap langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang berjanji memberantas rokok ilegal. Namun, ia mengingatkan agar janji itu tidak berhenti di retorika.

“Pak Menteri jangan hanya omon-omon. Kalau berani menindak tegas kasus Cahaya Pro dan jaringan rokok ilegal lainnya di Madura, ini bisa jadi sejarah besar bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya tegas.

Firdaus menilai keberanian menutup ruang bagi mafia rokok ilegal akan menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menegakkan keadilan bagi industri rokok legal yang taat aturan.

“Rokok ilegal bukan hanya merugikan negara, tetapi juga memukul jutaan pekerja industri legal. Kalau ini bisa diberantas, pemerintah tidak hanya menjaga penerimaan negara, tetapi juga melindungi marwah hukum dan keadilan sosial,” tambahnya.

Kini, publik menanti apakah kunjungan Purbaya ke Jawa Timur akan menjadi langkah nyata atau sekadar rangkaian janji manis. Suara rakyat, baik melalui komentar warganet maupun desakan organisasi pemuda seperti GPR, sudah jelas: hentikan permainan kotor rokok ilegal di Madura. Jika hal ini terus dibiarkan, bukan hanya negara yang rugi tetapi juga masa depan industri serta para pekerja yang menggantungkan hidup dari sebatang rokok legal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *