Berita

Kapolres Sumenep Absen di Panen Raya Jagung, MPR Madura Raya Nilai Cederai Semangat Swasembada Pangan Prabowo

19
×

Kapolres Sumenep Absen di Panen Raya Jagung, MPR Madura Raya Nilai Cederai Semangat Swasembada Pangan Prabowo

Sebarkan artikel ini
Aktivis MPR Madura Raya menyoroti ketidakhadiran Kapolres Sumenep dalam agenda Panen Raya Jagung di Desa Gadu Timur dan menilai hal itu tidak sejalan dengan semangat swasembada pangan. Foto/Kliktimes.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Absennya Kapolres Sumenep AKP Anang Hardiyanto dalam agenda Panen Raya Jagung di Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, menuai sorotan. Kegiatan yang sedianya menjadi simbol dukungan aparat terhadap petani tersebut tetap berlangsung meski tanpa kehadiran pimpinan kepolisian setempat, padahal seluruh persiapan telah dinyatakan siap.

Ketidakhadiran Kapolres itu mendapat kritik dari Aktivis Majelis Pemuda Revolusi (MPR) Madura Raya, M. Darol. Ia menilai absennya Kapolres mencederai semangat keberpihakan terhadap petani serta tidak sejalan dengan komitmen pemerintah pusat dalam mendorong swasembada pangan nasional.

“Ini bukan semata persoalan hadir atau tidak hadir. Ini soal penghargaan terhadap kerja keras petani. Ketika agenda sudah dipastikan, lokasi sudah disurvei, namun pimpinan justru tidak datang tanpa penjelasan yang jelas, petani merasa diabaikan,” ujar Darol kepada Kliktimes, Rabu (11/2/2026).

Darol menyebut, kondisi tersebut berbeda dengan praktik pada masa kepemimpinan Kapolres Sumenep sebelumnya. Menurutnya, Kapolres terdahulu dikenal aktif menghadiri agenda panen raya sebagai bentuk dukungan moral kepada petani dan penguatan sinergi lintas sektor.

“Pada periode sebelumnya, kehadiran Kapolres dalam panen raya hampir selalu ada. Itu menjadi simbol kehadiran negara di tengah petani. Ketika sekarang justru absen, wajar jika publik mempertanyakan komitmen tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Darol menilai absennya Kapolres juga tidak sejalan dengan semangat swasembada pangan yang terus ditekankan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah dorongan kuat pemerintah pusat agar seluruh elemen negara terlibat langsung mendukung sektor pertanian, kehadiran pejabat di lapangan dinilai memiliki arti penting secara simbolik maupun moral.

“Presiden Prabowo sangat serius mendorong swasembada pangan. Semua pejabat seharusnya bergerak seirama. Jika agenda panen raya saja tidak dihadiri, bagaimana petani bisa merasakan kehadiran negara secara nyata?” tegas Darol.

Ia juga membandingkan sikap Kapolres dengan Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, yang selama ini dikenal kerap turun langsung ke sawah untuk menemui petani.

“Bupati berani turun langsung dan menyatu dengan petani. Itu memberi energi dan kepercayaan. Sementara Kapolres justru absen di saat petani berharap kehadiran aparat negara,” tambahnya.

Darol mengingatkan, slogan dukungan terhadap ketahanan dan swasembada pangan berpotensi kehilangan makna jika tidak dibarengi dengan tindakan nyata di lapangan.

“Bertani bukan dilakukan di ruang ber-AC. Di sanalah seharusnya negara hadir, bukan hanya melalui baliho atau slogan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, anggota Polres Sumenep telah melakukan peninjauan lokasi dan memastikan panen raya dapat dilaksanakan. Namun hingga waktu pelaksanaan, Kapolres Sumenep tidak tampak hadir dalam agenda tersebut.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Plt Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutyoningtyas, belum memberikan tanggapan terkait ketidakhadiran Kapolres dalam kegiatan panen raya jagung tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *