SUMENEP | KLIKTIMES.ID – HMI Komisariat Lancaran menggelar audiensi dengan HMI Cabang Sumenep, Rabu (3/12/2025). Pertemuan tersebut berlangsung di Sekretariat HMI Cabang Sumenep, Jalan Semangka, Kolor, Kota Sumenep.
Ketua Umum HMI Komisariat Lancaran, Ach Ramdhan Furqoni, menyampaikan bahwa kedatangannya bukan dilatarbelakangi sentimen, melainkan kepedulian terhadap keberlangsungan kaderisasi.
“Kami datang bukan karena sentimental, tapi karena peduli. Cabang hari ini seperti mati suri,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, Ramdan, sapaan akrabnya, mendesak Cabang Sumenep segera menggelar Sidang Pleno. Ia menilai struktur cabang terlalu lama dibiarkan tanpa pembenahan, bahkan sejumlah ketua bidang dikabarkan telah mengundurkan diri dan tidak lagi aktif.
Kritik juga datang dari Bendahara Umum Komisariat Lancaran, Achmad Wafiqurrahman, yang menilai kondisi tersebut bisa mengganggu regenerasi organisasi.
“Kalau tidak ditindaklanjuti, ini merusak generasi selanjutnya. Cabang seperti mobil yang berjalan hanya pakai dua roda,” tegasnya.
Perwakilan Komisariat Lancaran lainnya, Khairul Kayyis, turut mempertanyakan keberadaan program cabang. Ia menyebut tidak ada agenda yang dirasakan oleh kader di tingkat komisariat.
“Keberadaan cabang dipertanyakan. Tidak ada program yang menyentuh komisariat,” ujarnya.
Kayyis juga menyoroti keabsahan sejumlah pengurus cabang yang disebut belum memenuhi syarat AD/ART karena belum mengikuti jenjang training wajib seperti LK2 atau LKK.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum HMI Cabang Sumenep, Faisol Ridho, mengakui adanya persoalan di internal mereka. Ia menyebut hambatan ekonomi menjadi alasan utama program kerja tidak berjalan optimal.
“Program belum berjalan optimal karena hambatan ekonomi. Kami menghindari pendanaan eksternal,” jelasnya.
Faisol juga mengakui adanya persoalan administrasi dan mengatakan bahwa pihaknya mendorong para pengurus segera menempuh jenjang training yang dipersyaratkan. Terkait desakan reshuffle, ia menyebut niat itu ada, namun cabang kekurangan SDM pengganti.
“Saya punya idealis me reshuffle pengurus, tapi SDM kurang. Kami kewalahan menentukan pengganti,” katanya.
Sambil menunggu pleno, Faisol menyatakan siap mengambil alih tugas Kabid P3A dan Kabid PTKP. Ia juga menyampaikan bahwa cabang telah menyiapkan FGD internal untuk memetakan potensi kader sekaligus merapikan struktur kerja.
“FGD sudah siap dan insyaAllah segera turun untuk menyerap potensi kader,” ujarnya melalui Kabid PAO.
Terkait sorotan mengenai “sekolah administratif” yang dinilai sebatas petunjuk teknis, Faisol menyebut hal itu akan ia teruskan ke Sekretaris Cabang untuk ditindaklanjuti.
Namun begitu, Faisol berharap pertemuan lanjutan dan kunjungan langsung ke komisariat dapat digelar dalam setengah bulan ke depan.
“Semua saran dan kritik akan kami tindaklanjuti,” tutupnya.













