BeritaDaerah

Heboh! Bendera HMI Raib Saat Demo PBAK UIN Madura, Ada Apa?

138
×

Heboh! Bendera HMI Raib Saat Demo PBAK UIN Madura, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini
ADA APA: Foto ini menunjukkan bahwa di awal aksi demonstrasi, bendera organisasi mahasiswa masih terpasang rapi. Namun, saat aksi berakhir, bendera HMI sudah tidak lagi terlihat. Foto/Klik Times.

PAMEKASAN | KLIKTIMES.ID – Hari pertama pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Madura 2025 diwarnai insiden mengejutkan. Di tengah riuh aksi penolakan sejumlah mahasiswa, beberapa bendera milik Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) diketahui hilang, Senin (25/8/2025).

Pantauan di lokasi menunjukkan, sejak awal berbagai bendera organisasi mahasiswa seperti PMII, GMNI, IMM, hingga HMI berjajar di sekitar arena kampus sebagai simbol eksistensi. Namun, usai demonstrasi berlangsung, hanya bendera HMI yang raib.

“Tadi semua bendera lengkap. Setelah aksi selesai, kami melihat bendera HMI sudah tidak ada,” ujar salah seorang mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.

Hilangnya bendera HMI memunculkan tanda tanya besar. Pasalnya, bendera organisasi lain tetap berdiri utuh. Sejumlah kader HMI menilai insiden ini bukan hal sepele.

“Kami menyesalkan peristiwa ini. Bendera adalah simbol kehormatan organisasi. Hilangnya hanya bendera HMI menimbulkan tanda tanya, apakah ini kebetulan atau memang ada maksud tertentu,” tegas salah seorang pengurus HMI Cabang Pamekasan.

Insiden ini lantas memicu dugaan adanya tindakan provokatif yang berpotensi merusak iklim demokrasi kampus. Bendera dianggap bukan sekadar atribut, melainkan representasi identitas dan marwah organisasi.

“Jika kampus diam saja, kesan yang muncul adalah pembiaran. Padahal PBAK seharusnya jadi ruang edukasi dan pembinaan, bukan arena konflik simbolik antarorganisasi,” ungkap seorang mahasiswa baru.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak panitia maupun universitas terkait hilangnya bendera HMI ini. Namun, mahasiswa mendesak agar peristiwa tersebut segera diselidiki secara transparan agar tidak menimbulkan preseden buruk bagi demokrasi kampus di UIN Madura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *