PAMEKASAN | KLIKTIMES.ID – Dua persoalan sekaligus tengah menyorot Puskesmas Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan. Perjalanan sejumlah pegawainya ke kawasan wisata Batu, Malang serta isu internal yang berkembang di lingkungan puskesmas dinilai menggerus citra institusi layanan kesehatan tersebut di mata publik.
Sorotan publik mencuat setelah potret perjalanan pegawai Puskesmas Waru beredar luas melalui unggahan akun Safira Tour & Travel. Dalam unggahan tersebut, terlihat sejumlah pegawai menikmati fasilitas kolam renang hingga berjoget ria, layaknya agenda wisata santai di luar kota.
Aktivitas tersebut kemudian menuai perhatian publik setelah diangkat oleh akun TikTok Media Kliktimes dengan judul “Diduga Abaikan Instruksi Bupati, Pegawai Puskesmas Waru Terekam Asyik Healing ke Batu Malang”.
Respons warganet pun beragam dan cenderung kritis. Akun TikTok @Mantonah_oreng menulis, “Pelayanan terburuk.” Sementara @SJ mengeluhkan kualitas layanan, terutama bagi pasien BPJS. “Pelayanannya kurang baik, apalagi pakai BPJS, padahal BPJS bayar,” tulisnya. Warganet lain, @Tretan_Dhibi’, mempertanyakan kejelasan kegiatan tersebut. “Ini healing atau kunjungan kerja? Enggak ada penjelasan yang detail kah?” komentarnya.
Di sisi lain, pewarta Kliktimes telah berupaya mengonfirmasi Kepala Puskesmas Waru, Hegi Darmawan. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi. Respons yang diterima terkesan menghindar terutama saat ditanyakan mengenai surat rekomendasi atau izin perjalanan dinas sebagai dasar keberangkatan para pegawai tersebut.
Padahal, Bupati Pamekasan telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4/XXX/432.403/2026 yang secara tegas melarang aparatur sipil negara (ASN) bepergian ke luar daerah tanpa izin dan pemberitahuan kepada atasan langsung, yakni Bupati, Wakil Bupati, atau Sekretaris Daerah.
Tak hanya soal perjalanan pegawai, citra Puskesmas Waru juga disebut tengah dibayangi isu internal lain yang berkembang di tengah masyarakat dan internal pegawai. Isu tersebut berkaitan dengan dugaan hubungan tidak patut yang melibatkan dua ASN berinisial Y, Kepala Unit Gawat Darurat (UGD), dan H, seorang bidan. Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait, isu tersebut disebut telah lama menjadi perbincangan di lingkungan setempat.
Aktivis Pamekasan, Faynani, menilai polemik perjalanan pegawai ke luar daerah hingga isu internal yang menyeret Puskesmas Waru telah menjadi preseden buruk. Menurutnya, persoalan tersebut berdampak langsung pada citra pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat.
“Kalau satu persoalan mungkin masih bisa dimaklumi, tapi ketika muncul berulang dan dibiarkan tanpa penjelasan yang terbuka, ini akan berdampak langsung pada kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan,” ujarnya, Kamis (21/1/2026).
Faynani menekankan pentingnya sikap terbuka dari pimpinan puskesmas dan instansi terkait untuk memberikan penjelasan yang utuh kepada publik. Ia menilai klarifikasi menjadi langkah awal yang krusial agar tidak muncul spekulasi liar yang justru memperkeruh situasi dan merugikan institusi itu sendiri.
“Ketika isu seperti ini dibiarkan tanpa penjelasan resmi, publik akan menilai sendiri dan itu berbahaya bagi kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh dari pihak berwenang, baik terkait tata kelola internal maupun kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Menurut Faynani, langkah tegas dan terukur diperlukan agar persoalan serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Evaluasi harus dilakukan secara objektif. Tujuannya bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan profesional dan berpihak pada masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, pewarta Kliktimes masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan informasi. Pewarta juga telah mengonfirmasi anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Abd. Rosyid Fansori, pada Rabu (28/1/2026). Namun hingga saat ini, yang bersangkutan menyatakan masih akan melakukan pengecekan dan belum memberikan tanggapan resmi.
Pewarta Kliktimes juga masih menunggu klarifikasi dari Kepala Puskesmas Waru terkait surat rekomendasi atau izin perjalanan ke Batu, Malang, sebagai dasar keberimbangan pemberitaan.













