PAMEKASAN | KLIKTIMES.ID – Presiden Klub Madura United FC, Achsanul Qosasi, menyampaikan pesan kedewasaan dan persaudaraan menjelang Derbi Suramadu yang digelar tanpa penonton. Menurutnya, situasi ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk menahan diri dan menjaga hubungan baik antarwilayah.
“Ini saatnya bersabar. Kita menahan diri untuk tidak hadir ke stadion. Ke-khawatiran pihak keamanan yang melarang suporter hadir dalam derby kali ini adalah pilihan rasional dan harus kita hargai demi menjaga keutuhan silaturahim Suramadu,” tulis Achsanul dalam unggahan Instagram pribadinya, @achsanul.qosasi, yang dilihat Kliktimes, Sabtu (3/1/2026).
Achsanul menegaskan, secara historis tidak pernah ada gesekan antara kelompok suporter K-Conk dan Bonek.
“Walaupun faktanya, K-Conk dan Bonek tidak pernah ada gesekan apapun. Rivalitas hanya terjadi di atas lapangan, sesuai sifat dan syarat sebuah kompetisi,” katanya.
Presiden klub itu memaknai hubungan Madura dan Surabaya layaknya sebuah keluarga. Persebaya disebut sebagai kakak, sementara K-Conk dan Bonek diposisikan sebagai sepupu yang tumbuh dalam ikatan emosional yang sama.
Sejarah panjang pun menguatkan hubungan tersebut, sejak keterikatan Madura dengan Persebaya pada 1927, hingga lahirnya Madura United pada 2016 sebagai bagian dari keluarga besar Tanean Lanjheng.
“Tidak ada persaingan harga diri. Yang ada adalah pembentukan jati diri, saling mendukung, dan saling menghargai. Itulah saudara sejati,” tegas Achsanul.
Ia menambahkan bahwa ketidakhadiran suporter pada laga kali ini bukan berarti surutnya dukungan.
“Untuk pertandingan kali ini, kita harus bersabar sejenak. Putaran II nanti, kami akan hadir ke Surabaya dengan membawa MADRUDJI sebagaimana biasanya. Selamat bertanding, apapun hasilnya, persaudaraan ini akan tetap abadi,” pungkasnya.













