Olahraga

Dana Desa 2026 Fokus Kemiskinan Ekstrem hingga Koperasi Merah Putih

5718
×

Dana Desa 2026 Fokus Kemiskinan Ekstrem hingga Koperasi Merah Putih

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi.

JAKARTA | KLIKTIMES.ID – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) resmi menetapkan fokus penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Desa dan PDT Nomor 16 Tahun 2025 tentang Petunjuk Operasional atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2026.

Permendes yang ditandatangani Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto dan ditetapkan di Jakarta pada 29 Desember 2025 itu menjadi acuan nasional bagi seluruh pemerintah desa dalam menyusun perencanaan dan penggunaan Dana Desa agar selaras dengan prioritas pembangunan nasional.

Salah satu fokus utama Dana Desa 2026 adalah penanganan kemiskinan ekstrem melalui program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa. BLT Desa ditetapkan maksimal sebesar Rp300 ribu per bulan per keluarga penerima manfaat dan dapat disalurkan paling banyak untuk tiga bulan sekaligus.

Penetapan penerima BLT Desa wajib diputuskan melalui Musyawarah Desa dengan mengacu pada data resmi pemerintah, guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Selain BLT, Dana Desa 2026 juga diarahkan untuk penguatan desa berketahanan iklim dan tangguh bencana. Kemendes PDT mendorong desa meningkatkan layanan dasar kesehatan skala desa, serta memperkuat program ketahanan pangan dan lumbung pangan desa.

Dalam regulasi tersebut, Dana Desa juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan energi terbarukan dan penguatan lembaga ekonomi desa.

Fokus strategis lainnya adalah dukungan terhadap implementasi Koperasi Desa Merah Putih. Dana Desa dapat digunakan untuk mendukung percepatan pembangunan fisik koperasi seperti pembangunan gerai, pergudangan hingga kelengkapan sarana penunjang lainnya, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan penetapan fokus ini, Kemendes PDT berharap Dana Desa 2026 mampu menjadi instrumen efektif dalam menekan kemiskinan ekstrem sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *