BeritaDaerahNasional

Besok, SMSI Sumenep Gelar Seminar Nasional Bahas Green Economy dan KEK Madura

108
×

Besok, SMSI Sumenep Gelar Seminar Nasional Bahas Green Economy dan KEK Madura

Sebarkan artikel ini
Flayer resmi Seminar Nasional “Green Economy dan Tantangan Ekologis dalam Perencanaan KEK Madura” yang digelar SMSI Sumenep besok, Kamis (13/11/2025) di Gedung Auditorium UNIBA Madura. Foto/Klik Times.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan perannya sebagai mitra strategis pembangunan daerah dengan menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Green Economy dan Tantangan Ekologis dalam Perencanaan KEK Madura”.

Acara akan digelar pada Kamis, 13 November 2025, di Gedung Auditorium Universitas Balaiyasa (UNIBA) Madura, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Seminar ini menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang kebijakan publik, akademik, dan perencanaan pembangunan daerah.

Para pemateri antara lain Dr. Adi Prayitno, M.Si. (Pengamat Kebijakan Publik dan Dosen UIN Jakarta), Prof. Rachmad Hidayat, ASEAN Eng. (Rektor UNIBA Madura), serta Ir. Hairul Anwar, MT. (Anggota DPRD Sumenep). Bupati Sumenep, Dr. Achmad Fauzi, MH., dijadwalkan hadir sebagai keynote speaker.

Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, menyampaikan bahwa seminar ini menjadi langkah penting dalam mendukung wacana strategis pemerintah terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Menurutnya, KEK merupakan kebijakan nasional yang bertujuan mengembangkan pusat pertumbuhan ekonomi baru, mendorong pemerataan pembangunan, dan meningkatkan daya saing industri di daerah, termasuk Madura.

“KEK adalah kebijakan strategis pemerintah untuk mempercepat pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, mendukung industrialisasi, serta memperbesar penyerapan tenaga kerja di Indonesia,” ujar Wahyudi.

Ia menambahkan, keberadaan KEK tidak hanya diharapkan menghadirkan investasi dan pembangunan fisik, tetapi juga harus menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan ekologi. Oleh karena itu, tema Green Economy dipilih sebagai refleksi penting terhadap dinamika pembangunan yang ramah lingkungan dan berorientasi jangka panjang.

Wahyudi juga menekankan bahwa KEK menawarkan berbagai kemudahan, baik fiskal, seperti insentif pajak, maupun non-fiskal, seperti penyederhanaan perizinan dan kemudahan akses infrastruktur. Dengan kebijakan tersebut, investasi yang masuk ke Madura diharapkan tumbuh sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab ekologis.

“Pembangunan ekonomi harus tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan. Kita tidak bisa mengorbankan lingkungan hanya demi pertumbuhan jangka pendek. Seminar ini diharapkan menjadi ruang dialog konstruktif antara pemerintah, akademisi, pengusaha, dan masyarakat,” tambahnya.

Panitia menyebutkan, sekitar 150 peserta dari berbagai kalangan akan hadir, termasuk aktivis, mahasiswa, pengusaha lokal, akademisi, dan masyarakat umum yang peduli pada isu pembangunan berkelanjutan di Madura.

Ketua panitia pelaksana, Helman, menyatakan bahwa antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat publik terhadap arah kebijakan pembangunan KEK Madura yang ramah lingkungan.

Seminar ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga ajang kolaborasi lintas sektor antara media, akademisi, dan pelaku usaha untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya Green Economy, terutama di era transisi energi dan digitalisasi ekonomi.

Lebih lanjut Wahyudi menegaskan, media memiliki tanggung jawab moral dalam mengedukasi publik dan mengawal setiap kebijakan pembangunan agar tetap berpihak pada rakyat dan lingkungan.

“SMSI tidak hanya berperan sebagai penyebar informasi, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial. Kami ingin berkontribusi nyata dalam pembangunan Madura,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *