Berita

Awal 2026, Koordinator BPP Kostratani Guluk-Guluk Berganti, MPR Madura Raya Sambut Kepemimpinan Inklusif

841
×

Awal 2026, Koordinator BPP Kostratani Guluk-Guluk Berganti, MPR Madura Raya Sambut Kepemimpinan Inklusif

Sebarkan artikel ini
M. Darol, Ketua Majelis Pemuda Revolusi (MPR) Madura Raya. Foto/zi.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep resmi mengalami pergantian koordinator pada awal 2026.

Kabar rotasi ini dikonfirmasi langsung oleh pejabat lama, Kurniawan. “InsyaAllah mulai Senin (hari ini), saya dipindah tugaskan ke Kecamatan Pragaan oleh Pak Kadis,” ujarnya kepada Kliktimes.

Jabatan Koordinator BPP Kostratani Guluk-Guluk kini diemban oleh Nur Hasan Zaifullah, yang sebelumnya menjabat Koordinator BPP Kostratani Kecamatan Pragaan. Hari ini, Nur Hasan mulai aktif memimpin BPP Guluk-Guluk untuk memastikan kelancaran program penyuluhan di kecamatan.

Sementara itu Kurniawan menempati posisi Koordinator BPP Kostratani Kecamatan Pragaan. Rotasi silang ini bertujuan mengoptimalkan sumber daya penyuluh pertanian.

Pergantian kepemimpinan mendapat sambutan positif dari Ketua Majelis Pemuda Revolusi (MPR) Madura Raya, M. Darol. Ia menilai rotasi ini sebagai langkah wajar dan sehat dalam tata kelola pemerintahan khususnya di sektor pertanian yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Rotasi kepemimpinan ini penting untuk menjaga dinamika organisasi agar tetap sehat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Darol kepada Kliktimes, Senin (5/1/2026).

Lebih lanjut Darol berharap pergantian koordinator tidak sekadar rutinitas birokrasi, tetapi mampu menyuntikkan semangat baru bagi kelompok tani di Guluk-Guluk dengan kepemimpinan yang profesional, inklusif dan berpihak pada petani.

“Pergantian ini harus membawa angin segar. Kepemimpinan baru perlu merangkul semua kelompok tani dan, sejalan arahan Presiden Prabowo tentang swasembada pangan, menjadikan BPP ujung tombak petani yang produktif dan mandiri,” tegasnya.

Ia menekankan peran penting penyuluh pertanian dalam pembangunan desa. BPP Kostratani Guluk-Guluk diharapkan lebih aktif ke lapangan, tanggap terhadap persoalan petani, dan mampu menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan nyata kelompok tani.

“Penyuluh harus hadir di lapangan, mendengar langsung keluhan petani, dan memastikan program pemerintah sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya.

Menurut Darol, tantangan sektor pertanian ke depan kian kompleks mulai dari dampak perubahan iklim, keterbatasan pupuk hingga fluktuasi harga hasil panen. Kondisi ini menuntut BPP Kostratani lebih adaptif dan solutif.

“Petani butuh pendampingan yang nyata. BPP harus sigap memberi solusi agar persoalan di lapangan tidak berlarut-larut,” pintanya.

Selain itu, Darol menekankan pentingnya keadilan dalam layanan penyuluhan. Pendekatan inklusif diyakini akan memperkuat kepercayaan petani sekaligus meningkatkan partisipasi mereka dalam setiap program.

“Semua kelompok tani harus mendapat pendampingan yang sama. Pendekatan yang adil dan inklusif akan membuat petani lebih percaya dan mau terlibat aktif,” kata Darol.

Tak kalah penting, mantan aktivis HMI itu mendorong kepemimpinan baru membuka ruang kolaborasi dengan pemuda tani dan komunitas pertanian lokal sebagai upaya regenerasi petani serta penguatan inovasi di desa.

“Jika petani merasa didampingi dan diperjuangkan, maka tujuan pembangunan pertanian akan lebih mudah tercapai,” pungkas Darol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *