SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Pengembangan Sistem Informasi Desa (SID) di Desa Sera Timur, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, menjadi sorotan publik. Perhatian muncul seiring besarnya alokasi anggaran yang digelontorkan pemerintah desa dalam dua tahun anggaran berturut-turut.
Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2023 Desa Sera Timur menganggarkan kegiatan Pengembangan Sistem Informasi Desa dalam dua pos berbeda, masing-masing sebesar Rp 6.000.000 dan Rp 36.000.000. Dengan demikian, total anggaran pengembangan SID pada tahun tersebut mencapai Rp 42.000.000.
Penganggaran berlanjut pada tahun 2024. Pemerintah desa kembali mengalokasikan dana untuk kegiatan serupa dengan nilai mencapai Rp 40.200.000. Jika diakumulasikan, total anggaran pengembangan SID selama 2023 dan 2024 menembus angka lebih dari Rp 80 juta.
Besarnya alokasi dana tersebut memantik pertanyaan publik mengenai efektivitas program, keberlanjutan pengembangan sistem, serta dampak nyata SID terhadap peningkatan pelayanan informasi dan transparansi pemerintahan desa. Padahal, SID dirancang sebagai instrumen strategis untuk memperkuat layanan publik, keterbukaan data, serta akses informasi bagi masyarakat desa.
Menanggapi hal itu, Aktivis Bumi Sumekar, Faynani, menilai pengembangan SID merupakan langkah positif jika dijalankan secara tepat dan akuntabel. Namun, ia menegaskan bahwa besarnya anggaran harus berbanding lurus dengan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“SID itu bukan sekadar website atau formalitas administrasi. Harus jelas apa yang dikembangkan, siapa yang mengelola, dan sejauh mana masyarakat bisa mengakses serta merasakan manfaatnya,” ujar Faynani, Rabu (28/1/2026).
Ia mengingatkan, tanpa transparansi dan keterbukaan informasi, pengembangan SID berpotensi hanya menjadi proyek seremonial.
“Kalau anggarannya besar tapi output-nya tidak jelas, publik wajar bertanya. Dana desa itu uang rakyat, sehingga setiap rupiah harus bisa dipertanggungjawabkan secara terbuka,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pewarta Kliktimes masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Sera Timur terkait peruntukan anggaran pengembangan SID tersebut guna memenuhi prinsip keberimbangan berita. Namun, upaya konfirmasi tersebut masih terkendala keterbatasan akses.
Meski demikian, Kliktimes akan terus menelusuri pengelolaan anggaran SID di Desa Sera Timur sebagai bagian dari komitmen mendorong transparansi dan akuntabilitas penggunaan Dana Desa.













