PAMEKASAN | KLIKTIMES.ID – Perjalanan sejumlah pegawai Puskesmas Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, di hari aktif kerja terus memantik perhatian publik. Sorotan menguat setelah sebuah unggahan video di akun TikTok Abuya News ramai diperbincangkan dan menuai beragam respons masyarakat.
Dalam unggahan tersebut, Abuya secara terbuka menyoroti dugaan aktivitas bepergian pegawai Puskesmas Waru saat jam kerja. Dengan gaya lugas khasnya, ia mempertanyakan komitmen aparatur sipil negara (ASN) dalam mematuhi aturan kedinasan yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Pamekasan.
“Pegawai Puskesmas Kecamatan Waru entar len jèlenan, mak nyaman entar len jèlenan di hari aktif,” ujar Abuya dalam video yang beredar luas di media sosial dilihat Kliktimes, Selasa (27/1/2026).
Abuya kemudian menyinggung Peraturan Bupati Pamekasan yang secara tegas melarang ASN bepergian ke luar kabupaten atau ke luar daerah tanpa izin atasan langsung. Menurutnya, regulasi tersebut harus dipatuhi secara penuh, bukan sekadar formalitas administratif.
“Terus bagaimana dengan peraturan bupati yang baru? Di situ jelas ada larangan pergi ke luar kabupaten tanpa pamit kepada atasan langsung,” tegasnya.
Tak berhenti di situ, Abuya juga melontarkan pertanyaan kritis terkait mekanisme perizinan perjalanan ASN. Ia mempertanyakan kepada siapa seharusnya izin tersebut diajukan.
“Pertanyaannya sekarang, pamitnya ke siapa? Ke bupati atau wakil bupati? Atau jangan-jangan ke Sekda?” ucapnya dengan nada sindiran.
Menurut Abuya, disiplin ASN merupakan fondasi penting dalam menjaga kualitas pelayanan publik, terlebih di sektor kesehatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Ingat, disiplin ASN harus diperhatikan. Ketika melanggar, risikonya di tanggung penumpang,” tandasnya.
Sementara itu, pewarta Kliktimes telah berupaya mengonfirmasi persoalan tersebut kepada Kepala Puskesmas Waru, Hegi Darmawan. Namun, keterangan yang disampaikan dinilai belum mampu menjawab kegelisahan publik.
Bahkan, saat ditanya lebih lanjut mengenai kepada siapa pegawai Puskesmas Waru memperoleh rekomendasi atau izin perjalanan, yang bersangkutan memilih tidak memberikan respons.
Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa perjalanan tersebut lebih menyerupai agenda healing tanpa dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan, serta dinilai berpotensi menjadi pemborosan anggaran.
Meski demikian, pewarta Kliktimes menegaskan akan terus menelusuri dan mengawal persoalan ini hingga diperoleh kejelasan yang utuh dan berimbang.













