SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Program bantuan ternak sapi senilai Rp600 juta dari Provinsi Jawa Timur, yang disalurkan melalui Kelompok Tani (KT) Keraton Langit, Desa Lebeng Barat, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, kini diduga tidak sepenuhnya tersalurkan. Dari jumlah awal 11 ekor, investigasi tim Kliktimes menemukan hanya 5 ekor sapi yang masih terlihat di lapangan.
Penting diketahui, Program ini digagas untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal melalui pengembangan ternak dan awalnya dinilai sebagai langkah positif. Namun, berdasarkan penghitungan dan pengamatan di lapangan, sejumlah sapi diduga hilang atau tidak lagi berada di kandang yang semula disiapkan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pendistribusian dan pengawasan bantuan ternak tersebut.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku prihatin melihat kondisi bantuan itu.
“Awalnya kami senang ada bantuan sapi dari provinsi, tapi sekarang tinggal separuh. Kami tidak tahu kemana sisanya, dan ini membuat warga ragu apakah bantuan benar-benar sampai ke yang membutuhkan,” ujarnya kepada Kliktimes, Kamis (12/2/2026).
Warga itu menambahkan, minimnya informasi dan laporan resmi mengenai bantuan ternak diduga membuat masyarakat sulit memantau pemanfaatannya.
“Kalau pengawasan lemah dan laporan tidak jelas, bantuan besar pun bisa hilang percuma. Warga hanya bisa berharap ada klarifikasi dari pihak yang bertanggung jawab,” katanya.
Ia menekankan, keberadaan bantuan ternak seharusnya bisa menjadi modal usaha berkelanjutan bagi warga.
“Kami ingin bantuan ini benar-benar bisa dimanfaatkan, bukan hanya sekadar angka di dokumen,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Keraton Langit, Abdul Adim Yasin, saat dikonfirmasi Kliktimes menanggapi dengan nada hati-hati dan mempertanyakan kebenaran informasi yang beredar.
“Kelompoknya siapa dan cek lagi kebenarannya,” ujarnya.
Kendati demikian, Abdul Adim meminta tim Kliktimes untuk turun langsung ke lapangan dan melakukan pengecekan.
“Saya harap, sampeyan benar-benar turun ke bawah dan konfirmasi langsung ke penerima,” ungkapnya.
Meski begitu, Kliktimes akan terus menelusuri keberadaan bantuan sapi tersebut, yang diduga menyusut dari 11 ekor menjadi hanya 5 ekor tersisa, untuk memastikan apakah bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.













