SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep menjadi sorotan.
Seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berinisial E mengaku tak pernah menerima bantuan tersebut sejak 2024 hingga 2025, meski dalam data mutasi tercatat adanya transaksi penyaluran.
Kepada Media ini, E menyampaikan kebingungannya setelah mengetahui namanya tercatat sebagai penerima bantuan. Ia menegaskan tidak pernah menerima bantuan sembako maupun dana PKH sebagaimana tercantum dalam sistem.
“Sejak terdaftar sebagai KPM, saya tidak pernah menerima bantuan sembako atau PKH. Tapi ketika dicek mutasi, justru tercatat ada transaksi keluar,” kata E, Kamis (5/2/2026).
Pengakuan serupa disampaikan suami E. Ia memastikan bahwa sejak mereka menikah pada 2021, tidak pernah sekalipun mengambil atau menerima bantuan sosial tersebut. Bahkan, kata dia, E baru mengetahui statusnya sebagai penerima PKH pada Desember 2025.
“Sejak menikah tahun 2021, kami tidak pernah menerima bantuan PKH maupun BPNT. Istri saya baru tahu terdaftar sebagai KPM pada Desember 2025, setelah diberi tahu petugas PKH desa,” ujarnya.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya terkait kesesuaian data penyaluran bantuan dengan kondisi di lapangan. Secara administratif, bantuan tercatat telah disalurkan, namun KPM mengaku tak pernah merasakan manfaatnya.
Kendati begitu, Kliktimes akan menelusuri lebih jauh persoalan ini dan berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, guna mengurai benang kusut penyaluran bantuan sosial yang semestinya menjadi penopang hidup masyarakat rentan, bukan sekadar angka dalam laporan.













