SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Aktivis Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM), Andriyadi, menyoroti kondisi hiburan malam di Mr. Ball & Lounge, Kabupaten Sumenep, yang dinilainya jauh dari standar hiburan sehat.
Menurut Andriyadi, pengawasan ketat terhadap tempat hiburan malam sangat penting. Ia menekankan, tempat seperti Mr. Ball seharusnya tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga aman bagi generasi muda.
Plt Kasihumas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutyoningtyas, dalam keterangan yang diterima Kliktimes, menyebut pihak kepolisian rutin melakukan patroli di lokasi tersebut.
“Yang terpenting, mas, tidak ada miras. Kami selalu mengarahkan patroli ke sana, dan sekarang pengunjungnya sudah berkurang,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Pernyataan itu langsung dibantah Andriyadi. Menurutnya, fakta di lapangan justru berbeda. Berdasarkan pantauan media, Rabu malam (28/1/2026), suasana hiburan berlangsung cukup meriah. Sejumlah pengunjung tampak menari dengan ekspresi bebas, bahkan beberapa menampilkan gerakan yang memicu sorotan publik.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa pengawasan yang dilakukan polisi masih normatif dan belum efektif. Klaim bahwa di sana bebas miras hanyalah formalitas semu,” tegas Andriyadi.
Andriyadi menambahkan, pengawasan terhadap tempat hiburan malam harus menyeluruh dan sistematis, tidak cukup hanya mengandalkan patroli rutin.
“Setiap kegiatan di lokasi harus tercatat dan dipastikan tidak ada praktik yang melanggar aturan maupun norma sosial. Patroli saja tidak cukup; setiap aktivitas harus diawasi dengan sistem yang jelas agar tidak ada celah bagi praktik yang merusak generasi muda,” ujarnya.
Lebih jauh, Andriyadi menyoroti peran pemerintah daerah yang dinilainya kurang tegas dalam menegakkan regulasi hiburan malam.
“Kalau pemerintah dan aparat hanya bersikap normatif, anak muda tetap akan terpapar budaya pesta yang tidak sehat. Ini masalah serius yang memerlukan langkah nyata,” tambahnya.
Ia juga menyerukan partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi. Warga diharapkan melaporkan bila menemukan pelanggaran, sehingga penegakan hukum bisa berjalan optimal.
“Partisipasi publik penting agar hiburan malam tetap terkendali, bukan sekadar formalitas tanpa dampak,” tutup Andriyadi.













