Berita

Dugaan Pembunuhan di Lenteng, Satu Warga Tewas Usai Dibacok

199
×

Dugaan Pembunuhan di Lenteng, Satu Warga Tewas Usai Dibacok

Sebarkan artikel ini
Suasana olah tempat kejadian perkara (TKP) dugaan pembunuhan di Dusun Gunung Malang I, Desa Lenteng Barat, Kabupaten Sumenep. Foto/Humas.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Warga Lenteng, Kabupaten Sumenep, digemparkan dengan peristiwa dugaan pembunuhan yang terjadi di Dusun Gunung Malang I, Desa Lenteng Barat, Kamis (29/1/2026). Satu orang pria, berinisial M, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka bacok pada sejumlah bagian tubuhnya.

Berdasarkan keterangan kepolisian, kejadian bermula saat korban sedang mengangkut hasil panen jagung dari sawah menuju rumah warga. Saat kembali ke sawah, korban bertemu seorang pria berinisial L, yang diduga kemudian menyerang korban menggunakan sabit. Korban sempat berlari ke halaman rumah warga sebelum akhirnya terduduk di teras rumah dalam kondisi parah dan meninggal di tempat.

Terduga pelaku dilaporkan melarikan diri setelah melakukan penganiayaan. Hingga saat ini, pihak Polsek Lenteng bersama Satreskrim Polres Sumenep masih melakukan pencarian dan penyelidikan intensif terhadap yang bersangkutan. Petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, dan memeriksa sejumlah saksi.

Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., menegaskan pihaknya tengah fokus pada proses penyelidikan dan pengejaran terduga pelaku.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan mendalam dan pengejaran terhadap terduga pelaku. Penetapan pasal dan status hukum akan dilakukan setelah seluruh rangkaian penyidikan terpenuhi,” ujar AKBP Anang.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada kepolisian,” tambahnya.

Kasus ini masih dalam penanganan aparat kepolisian, dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan sesuai hasil penyelidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *