BeritaPendidikan

KKMTS Pasongsongan Bekali Guru Pembelajaran Mendalam Berbasis Sentuhan Cinta

62
×

KKMTS Pasongsongan Bekali Guru Pembelajaran Mendalam Berbasis Sentuhan Cinta

Sebarkan artikel ini
Suasana Pelatihan Pengembangan Profesional Guru KKMTS Pasongsongan bertema “Pembelajaran Mendalam dalam Sentuhan Cinta” yang diikuti guru MTs se-Kecamatan Pasongsongan. Foto/Rof.

SUMENEP | KLIKTIMES.ID – Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah Swasta (KKMTS) Kecamatan Pasongsongan menggelar Pelatihan Pengembangan Profesional Guru bertema “Pembelajaran Mendalam dalam Sentuhan Cinta”, Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut implementasi Kebijakan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025.

Pelatihan tersebut diikuti perwakilan guru MTs se-Kecamatan Pasongsongan dengan tujuan mendorong praktik pembelajaran yang lebih bermakna, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Ketua KKMTS Kecamatan Pasongsongan, Abd. Gaffar, menegaskan bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar metode, melainkan komitmen guru dalam menghadirkan proses belajar yang relevan, reflektif, dan berkesadaran. Menurutnya, sentuhan cinta menjadi fondasi utama agar pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan empati.

“Pembelajaran mendalam menekankan proses belajar yang menyentuh hati. Dari situ akan terbangun hubungan emosional yang positif antara guru dan peserta didik,” kata Gaffar.

Ia berharap pelatihan ini mampu mendorong guru untuk menerapkan pembelajaran mendalam secara konsisten di madrasah masing-masing. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya KKMTS Pasongsongan dalam membangun budaya belajar kolaboratif dan berorientasi pada penguatan karakter.

Pelatihan dilanjutkan dengan sesi pembinaan oleh Ketua Pokjawas, Syaifuddin, S.Pd.I, yang mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam menunjang proses pembelajaran.

Menurut Syaifuddin, transformasi digital merupakan kebutuhan strategis di dunia pendidikan. Namun demikian, pemanfaatannya harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab, serta tetap selaras dengan nilai-nilai pendidikan dan karakter madrasah.

“Teknologi harus menjadi sarana pendukung pembelajaran yang adaptif dan bermakna, bukan sekadar penggunaan perangkat,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital, sekaligus mampu menghadirkan pembelajaran inovatif tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *